Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Dirut ANTARA Tekankan Literasi Lewat Peluncuran Buku Asa Bafagih

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dirut ANTARA Tekankan Literasi Lewat Peluncuran Buku Asa Bafagih
Foto: (Sumber: Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar bersama mantan Menko Kesra dan Menlu Alwi Shihab, perwakilan keluarga Asa Bafagih yakni Syakib Bafagih, pemerhati budaya Okky Tirto, penulis buku Nabiel A. Hayaze dan moderator Hadi Nur Ramadhan berfoto bersama usai peluncuran buku diplomat sekaligus tokoh pers Indonesia Asa Bafagih di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Minggu (5/4/2026). ANTARA FOTO/Robby Oktawianto/rwa/am.)

Pantau - Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menekankan pentingnya penguatan budaya literasi melalui peluncuran buku "Asa Bafagih" yang mengangkat perjalanan dan pemikiran tokoh pers nasional tersebut.

"Buku karya Nabiel A Hayazeini bukan sekadar karya tulis, melainkan refleksi mendalam atas perjalanan hidup, pemikiran, dan kontribusi Asa Bafagih sebagai tokoh yang memiliki kedekatan kuat dengan dunia literasi, kebudayaan, dan ruang publik yang lebih luas," ujar Benny Siga Butarbutar.

Buku tersebut menggambarkan perjalanan hidup dan gagasan Asa Bafagih sebagai tokoh penting dalam dunia literasi.

Asa Bafagih juga memiliki peran dalam sejarah awal LKBN ANTARA dan dunia pers nasional.

Ia dikenal sebagai redaktur yang menerima naskah teks proklamasi dari Adam Malik untuk disebarluaskan.

Peluncuran buku dilakukan di ANTARA Heritage Center yang dinilai memiliki nilai simbolis.

Tempat tersebut disebut sebagai ruang yang merawat budaya berpikir, berdialog, dan berdiskusi.

"ANTARA Heritage Center adalah simbol transformasi dari budaya tutur menuju budaya tulis. Di sinilah gagasan didokumentasikan, dirawat, dan diwariskan melalui buku sebagai medium yang tidak lekang oleh waktu," katanya.

Buku dinilai penting di tengah arus informasi cepat yang cenderung dangkal.

Kehadiran buku mendorong masyarakat untuk merenungkan makna dan nilai kehidupan secara lebih dalam.

Penulis buku dinilai berhasil merangkum pemikiran Asa Bafagih menjadi karya bernilai.

Peluncuran buku ini menjadi pertemuan antara sejarah pemikiran dan harapan masa depan.

Literasi ditegaskan sebagai fondasi penting bagi peradaban.

"Semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi, memperluas perspektif, dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Benny.

Acara peluncuran turut dihadiri sejumlah tokoh seperti Alwi Shihab, Okky Tirto, dan Hadi Nur Ramadhan serta keluarga besar Asa Bafagih.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti