Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Gunakan Jalur Komunikasi Langsung dengan Iran untuk Amankan Pelayaran di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tenga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jepang Gunakan Jalur Komunikasi Langsung dengan Iran untuk Amankan Pelayaran di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tenga
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Kapal tanker minyak. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan pemerintahnya menggunakan jalur komunikasi langsung dengan Iran untuk memastikan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Sanae saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Jepang mengenai situasi keamanan pelayaran yang terdampak konflik regional.

Ia mengungkapkan bahwa Jepang tetap menjaga hubungan komunikasi dengan Iran untuk memantau kondisi kapal-kapal yang berada di kawasan Teluk Persia.

"Kami telah menjaga komunikasi yang erat dengan Iran di berbagai tingkatan hingga saat ini. Menyatakan keprihatinan tentang banyaknya kapal yang masih berada di Teluk Persia, termasuk yang terkait dengan Jepang." ungkapnya.

Jepang Desak Iran Jamin Keselamatan Navigasi

Sanae mengatakan pemerintah Jepang telah mendesak Iran agar mengambil langkah yang tepat guna memastikan keamanan seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Ia menegaskan bahwa jalur komunikasi langsung tersebut akan terus dimanfaatkan untuk mencari solusi menjaga stabilitas jalur pelayaran internasional.

"Melalui saluran langsung dengan Iran, kami akan terus mencari langkah-langkah yang tepat untuk memastikan keselamatan navigasi di Selat Hormuz. Penting untuk memastikan keselamatan navigasi semua kapal, termasuk kapal Jepang di Selat Hormuz." tambah PM Sanae.

Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Energi Global

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari yang menyebabkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, serta menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Konflik tersebut berdampak langsung pada jalur distribusi energi dunia karena pengiriman logistik serta minyak dan gas melalui Selat Hormuz sempat terhenti.

Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global sehingga gangguan di wilayah tersebut memicu lonjakan harga bahan bakar di berbagai negara.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan