HOME  ⁄  Geopolitik

Mesir Kecam Serangan Israel di Lebanon yang Dinilai Picu Kekacauan Kawasan Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mesir Kecam Serangan Israel di Lebanon yang Dinilai Picu Kekacauan Kawasan Timur Tengah
Foto: (Sumber : Asap mengepul di atas kawasan permukiman setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon pada 8 April 2026. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.)

Pantau - Kementerian Luar Negeri Mesir mengutuk keras serangan udara Israel di Lebanon yang terjadi pada Rabu (8/4) dan menyebutnya sebagai upaya untuk menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam kekacauan di tengah upaya de-eskalasi internasional.

Mesir Nilai Serangan Ganggu Upaya Perdamaian

Dalam pernyataan resminya, Mesir menilai rangkaian serangan tersebut mencerminkan niat Israel untuk melemahkan stabilitas kawasan dan menggagalkan berbagai inisiatif perdamaian.

"Republik Arab Mesir mengutuk keras serangkaian serangan udara Israel di berbagai wilayah Lebanon yang bersaudara. Serangan tersebut mencerminkan niat untuk melemahkan upaya de-eskalasi internasional dan merupakan upaya baru Israel untuk menyeret kawasan itu ke dalam kekacauan total," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Serangan tersebut terjadi di sejumlah wilayah Lebanon dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka di kalangan warga sipil.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, sebanyak 112 orang dilaporkan tewas dan 837 lainnya mengalami luka akibat serangan tersebut.

Ketegangan Regional Berkaitan dengan Gencatan Senjata

Di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran yang melibatkan kelompok Hizbullah.

Sebelumnya, Trump mengumumkan persetujuan gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran serta kesepakatan pembukaan akses Selat Hormuz.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan akan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat pada Jumat di Islamabad, Pakistan.

Perkembangan ini menunjukkan dinamika konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah meskipun terdapat upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Penulis :
Aditya Yohan