
Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, serta menyebut isu tersebut sebagai kesalahpahaman, Rabu (8/4).
AS Sebut Kesalahpahaman dalam Kesepakatan
Vance mengatakan bahwa munculnya anggapan Lebanon masuk dalam cakupan gencatan senjata berasal dari persepsi yang keliru dari pihak Iran.
“Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar. Saya pikir pihak Iran mengira bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon, padahal tidak. Kami tidak pernah membuat janji itu,” kata Vance kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa sejak awal tidak ada komitmen dari Washington untuk memasukkan Lebanon dalam kesepakatan tersebut.
“Kami tidak pernah mengindikasikan bahwa itu akan terjadi. Yang kami katakan adalah bahwa gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan pada sekutu Amerika, yaitu Israel dan negara-negara Arab Teluk,” ujarnya.
Situasi Lebanon Memanas di Tengah Konflik
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa konflik di Lebanon merupakan bentrokan terpisah yang melibatkan kelompok Hizbullah.
Pada hari yang sama, Pasukan Pertahanan Israel dilaporkan melancarkan serangan besar terhadap target Hizbullah di Lebanon sejak eskalasi terbaru dimulai.
Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa Teheran berpotensi menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata jika serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut.
Selain itu, Iran juga dilaporkan menangguhkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz sebagai respons atas perkembangan situasi tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









