
Pantau - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer melakukan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai langkah-langkah praktis untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz saat berada di Qatar pada Kamis malam.
Kantor Perdana Menteri Inggris mengonfirmasi pembicaraan tersebut dalam pernyataan resmi dengan menyebut, "Perdana Menteri berbicara dengan Presiden Trump dari Qatar malam ini".
Starmer menyampaikan hasil diskusinya dengan para pemimpin Teluk dan perencana militer terkait pentingnya kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.
"Perdana Menteri menyampaikan hasil diskusinya dengan para pemimpin Teluk dan perencana militer di kawasan tentang perlunya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, serta upaya Inggris untuk mengumpulkan para mitra guna menyepakati rencana yang dapat diterapkan," demikian pernyataan resmi tersebut.
Dorongan Rencana Praktis dan Kerja Sama Internasional
Kedua pemimpin sepakat bahwa diperlukan langkah konkret agar pelayaran dapat segera kembali normal di Selat Hormuz.
"Para pemimpin membahas perlunya rencana praktis untuk melanjutkan kembali pelayaran secepat mungkin. Mereka sepakat untuk berbicara lagi segera," ungkap pernyataan itu.
Upaya ini menjadi bagian dari langkah Inggris dalam menggalang mitra internasional guna memastikan jalur perdagangan global tetap terbuka dan aman.
Lawatan Teluk dan Respons Gencatan Senjata
Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah lawatan Starmer ke kawasan Teluk, yang sebelumnya mencakup kunjungan ke Arab Saudi sebelum melanjutkan ke Qatar dan Uni Emirat Arab.
Di Abu Dhabi, Starmer juga bertemu dengan Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan menyambut baik gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
"Perdana Menteri menyambut baik gencatan senjata dan mendesak semua pihak untuk bekerja sama guna memastikan gencatan tersebut ditegakkan dan diubah menjadi perdamaian abadi di kawasan itu," ujarnya.
Kedua pihak turut menekankan pentingnya kelancaran arus barang melalui Selat Hormuz untuk menjaga stabilitas rantai pasokan global.
"Terkait Selat Hormuz, para pemimpin membahas perlunya mendorong pemulihan arus barang secara bebas untuk mendukung rantai pasokan global," demikian disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, Inggris dan Uni Emirat Arab sepakat untuk terus memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor.
Sebelumnya, Trump menyatakan telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran serta memastikan bahwa Teheran akan membuka kembali Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga menyatakan bahwa pihaknya akan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat di Islamabad.
- Penulis :
- Leon Weldrick








