HOME  ⁄  Geopolitik

AS Akan Fasilitasi Perundingan Israel-Lebanon di Tengah Memanasnya Konflik dan Korban Jiwa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Akan Fasilitasi Perundingan Israel-Lebanon di Tengah Memanasnya Konflik dan Korban Jiwa
Foto: (Sumber : Tim darurat bekerja di lokasi kejadian di mana asap mengepul dari lokasi yang menjadi sasaran setelah serangan serentak Israel di seluruh Lebanon, di Beirut pada 8 April 2026. /ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.)

Pantau - Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah perundingan langsung antara Israel dan Lebanon pada pekan depan sebagai bagian dari upaya negosiasi gencatan senjata di tengah meningkatnya konflik bersenjata di kawasan tersebut.

Upaya Diplomasi dan Keterlibatan AS

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi rencana tersebut sebagai langkah lanjutan untuk meredakan ketegangan antara kedua pihak.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa Departemen akan menjadi tuan rumah pertemuan pekan depan untuk membahas negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Israel dan Lebanon," ungkapnya.

Menurut laporan, delegasi Amerika Serikat akan dipimpin Duta Besar untuk Lebanon Michel Issa, sementara Israel diwakili Duta Besar untuk Washington Yechiel Leiter dan Lebanon oleh Duta Besar Nada Hamadeh-Moawad.

Presiden Lebanon Joseph Aoun sebelumnya menyebut bahwa peluang tercapainya gencatan senjata mulai menunjukkan momentum positif di tingkat internasional.

Konflik Memanas dan Korban Terus Bertambah

Di tengah rencana perundingan, militer Israel justru meningkatkan serangan udara ke berbagai wilayah Lebanon sejak 8 April 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya meski telah diumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat total korban sejak 2 Maret mencapai 1.888 orang tewas dan 6.092 orang terluka.

Sementara itu, mediator dari Pakistan dan pihak Teheran menyatakan bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon dan Washington, namun klaim tersebut dibantah oleh Tel Aviv.

Perundingan yang akan difasilitasi AS diharapkan dapat meredakan konflik yang terus menelan korban jiwa di kawasan Timur Tengah tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan