
Pantau - Pemilihan presiden di Peru diikuti oleh 35 kandidat, menjadi jumlah terbanyak dalam sejarah negara tersebut, dengan pemungutan suara dimulai pada Minggu pagi.
Pemilu ini digelar sebagai upaya mengakhiri krisis politik yang telah berlangsung selama satu dekade.
Jajak pendapat menunjukkan tiga kandidat teratas berasal dari berbagai spektrum ideologi.
Kandidat unggulan di antaranya Keiko Fujimori dari Fuerza Popular, Rafael Lopez Aliaga dari Renovacion Popular, serta Ricardo Belmont sebagai figur anti-kemapanan.
Dalam sistem pemilu Peru, kandidat harus meraih lebih dari 50 persen suara untuk menang langsung.
Para analis memperkirakan tidak ada kandidat yang mencapai ambang tersebut, sehingga dua kandidat teratas akan melaju ke putaran kedua yang dijadwalkan pada 7 Juni 2026.
Selain memilih presiden, pemilih juga menentukan anggota legislatif baru.
Peru kembali menerapkan sistem parlemen bikameral setelah lebih dari 30 tahun, dengan Senat beranggotakan 60 orang dan Dewan Perwakilan sebanyak 130 orang.
Masa jabatan anggota legislatif ditetapkan selama lima tahun.
Reformasi ini dilakukan untuk meningkatkan stabilitas politik setelah Peru mengalami delapan kali pergantian presiden dalam 10 tahun terakhir.
Pemungutan suara bersifat wajib bagi warga berusia 18 hingga 70 tahun, dengan lebih dari 25 juta pemilih terdaftar.
Hasil awal pemilu ditargetkan diumumkan pada malam hari setelah pemungutan suara.
- Penulis :
- Gerry Eka








