
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan melanjutkan serangan terbatas terhadap Iran di tengah ketegangan yang meningkat usai kegagalan perundingan kedua negara di Islamabad, Pakistan.
Opsi Serangan Masih Dibuka
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, opsi serangan kembali menjadi pertimbangan hanya beberapa jam setelah negosiasi antara AS dan Iran tidak mencapai kesepakatan.
Selain serangan terbatas, Trump juga disebut mempertimbangkan kemungkinan serangan skala penuh, meski dinilai kecil kemungkinannya karena risiko destabilisasi kawasan dan keengganan terlibat dalam konflik berkepanjangan.
Sebelumnya, Trump telah mengumumkan kebijakan blokade terhadap Selat Hormuz dengan menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat kapal yang bertransaksi dengan Iran.
Negosiasi Buntu dan Ketegangan Meningkat
Perundingan antara AS dan Iran dimulai pada Sabtu (11/4) setelah kesepakatan gencatan senjata dua pekan diumumkan, namun berakhir tanpa hasil pada Minggu (12/4).
Wakil Presiden AS J.D. Vance menyatakan kedua pihak gagal mencapai kesepakatan, sementara Iran mengakui masih terdapat perbedaan pada sejumlah poin krusial.
Di tengah situasi tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan akan memulai blokade terhadap seluruh akses maritim Iran mulai Senin pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.
Langkah ini diperkirakan semakin memperkeruh situasi geopolitik di kawasan sekaligus berdampak pada stabilitas global, terutama sektor energi dan jalur perdagangan internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








