HOME  ⁄  Geopolitik

Israel dan Lebanon Sepakati Negosiasi Langsung Pertama dalam 30 Tahun dengan Mediasi AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Israel dan Lebanon Sepakati Negosiasi Langsung Pertama dalam 30 Tahun dengan Mediasi AS
Foto: (Sumber : Arsip foto - kehancuran termasuk bangunan yang hancur dan kendaraan yang terbakar setelah area Corniche al-Mazraa menjadi sasaran serangan udara Israel di ibu kota Beirut, Lebanon, pada 09 April 2026. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.)

Pantau - Amerika Serikat, Israel, dan Lebanon sepakat memulai negosiasi langsung usai pertemuan trilateral di Washington pada Selasa (14/4) sebagai upaya menghentikan konflik dan mendorong perdamaian jangka panjang.

Negosiasi Langsung Dimediasi AS

Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan dihadiri Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh serta Duta Besar Israel Yechiel Leiter.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan, "Semua pihak sepakat menggelar negosiasi langsung pada waktu dan tempat yang disepakati."

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat mendorong tercapainya kesepakatan yang lebih luas dibandingkan perjanjian sebelumnya pada 2024.

Pigott menyatakan, "Amerika Serikat menegaskan kesepakatan untuk menghentikan permusuhan harus dicapai kedua pihak dengan mediasi AS, bukan melalui jalur terpisah."

Upaya Gencatan Senjata dan Tantangan

Dalam pembicaraan tersebut, Israel menyatakan dukungan untuk melucuti kelompok bersenjata non-negara serta menghancurkan infrastruktur militan di Lebanon.

Sementara itu, Lebanon menekankan pentingnya implementasi penuh kesepakatan November 2024 serta mendesak gencatan senjata dan penanganan krisis kemanusiaan.

Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh mengatakan, "Kami menegaskan integritas wilayah dan kedaulatan penuh negara serta menyerukan gencatan senjata dan kembalinya pengungsi."

Pembicaraan ini menjadi kontak diplomatik langsung pertama dalam lebih dari 30 tahun di tengah eskalasi konflik sejak 2 Maret yang menewaskan sedikitnya 2.089 orang dan memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi.

Namun, kelompok Hizbullah menolak negosiasi tersebut dan menyebutnya sebagai upaya yang "sia-sia."

Rubio menyebut proses ini sebagai langkah awal menuju perdamaian jangka panjang antara kedua negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf