
Pantau - Ribuan orang menggelar aksi demonstrasi di London untuk menuntut perumahan yang lebih terjangkau melalui aksi bertajuk Demonstrasi Perumahan Nasional.
Peserta aksi berasal dari berbagai kelompok, mulai dari serikat pekerja, asosiasi penyewa, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat lainnya.
Mereka berkumpul di Soho Square sebelum melanjutkan aksi dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan perumahan bagi rakyat.
"Rumah untuk rakyat, bukan keuntungan," demikian salah satu pesan yang disuarakan demonstran.
Massa mendesak pemerintah Inggris untuk menerapkan pembatasan harga sewa serta melakukan intervensi di sektor perumahan.
Penyelenggara aksi menyebut harga sewa di Inggris telah meningkat hampir sepertiga sejak pandemi.
Banyak warga mengeluhkan kondisi hunian yang tidak layak, baik di London maupun kota besar lainnya.
Inggris juga dilaporkan memiliki tingkat tunawisma tertinggi di antara negara-negara maju.
"Sistem perumahan lain dimungkinkan. Kita bisa mendapatkan rumah yang terjangkau dan aman," ujar perwakilan demonstran.
Dalam aksi tersebut, massa juga membawa boneka Keir Starmer sebagai simbol kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Pemerintah dituding lebih berpihak pada pemilik properti dibandingkan penyewa.
Puluhan aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Aksi berlangsung tertib tanpa adanya laporan insiden selama kegiatan berlangsung.
Demonstrasi ini menjadi bagian dari gelombang protes yang meningkat di Inggris terkait krisis biaya hidup dan akses terhadap perumahan yang layak.
- Penulis :
- Gerry Eka








