HOME  ⁄  Geopolitik

Spanyol Tuduh Israel Terapkan Strategi Gaza di Lebanon dan Ancam Stabilitas Timur Tengah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Spanyol Tuduh Israel Terapkan Strategi Gaza di Lebanon dan Ancam Stabilitas Timur Tengah
Foto: Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares (sumber: Anadolu)

Pantau - Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menuding Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon selatan seperti di Jalur Gaza serta memperingatkan dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Tuduhan Strategi Militer dan Pelanggaran HAM

Albares menyatakan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan pola yang mengkhawatirkan dan berulang di wilayah konflik tersebut.

Ia menjelaskan situasi di Lebanon mencerminkan pola "pencegahan kehidupan normal bagi warga Lebanon, penghancuran infrastruktur sipil, pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, perintah untuk pemindahan paksa penduduk sehingga mereka tidak dapat kembali, serta serangan oleh kedua belah pihak terhadap pasukan PBB di Lebanon.”

Ia menilai situasi tersebut menunjukkan bahwa Israel berupaya menguasai sebagian wilayah negara berdaulat dan memperingatkan bahwa Israel "sedang membawa Timur Tengah menuju perang abadi."

Ia menegaskan bahwa "Israel harus memahami bahwa mereka tidak dapat memiliki hubungan normal ketika hak asasi manusia dilanggar secara terang-terangan,” serta mendesak Uni Eropa menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel.

Ia juga menyatakan akan memperjuangkan langkah tersebut dalam pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa sebagai respons terhadap pelanggaran yang terjadi.

Sikap Spanyol dan Ketegangan Regional

Terkait konflik regional yang lebih luas, Albares menyatakan bahwa Spanyol tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer di Selat Hormuz.

Ia mengatakan bahwa "Kami tidak akan ambil bagian dalam operasi militer apa pun di selat tersebut,” di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan Inggris dan Prancis akan memimpin misi damai untuk melindungi Selat Hormuz setelah pertempuran berakhir.

Albares menyerukan agar jalur maritim tersebut kembali menjadi "jalur yang bebas, aman, dan terbuka untuk semua kapal tanpa diskriminasi” serta mendesak Iran melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Penulis :
Leon Weldrick