HOME  ⁄  Geopolitik

AS Menjadi Tuan Rumah Dialog Kedua Israel dan Lebanon untuk Hentikan Konflik Bersenjata

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Menjadi Tuan Rumah Dialog Kedua Israel dan Lebanon untuk Hentikan Konflik Bersenjata
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri).)

Pantau - Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah negosiasi putaran kedua antara Israel dan Lebanon yang dijadwalkan berlangsung di Departemen Luar Negeri AS pada Kamis, 23 April 2026, guna melanjutkan upaya penghentian konflik di kawasan tersebut.

AS Fasilitasi Negosiasi Lanjutan

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan pembicaraan akan digelar di tingkat duta besar sebagai kelanjutan dari dialog sebelumnya yang dinilai berjalan produktif.

"Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah pembicaraan putaran kedua, tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon, pada Kamis, 23 April, di Departemen Luar Negeri," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah AS akan terus berperan aktif dalam memfasilitasi dialog antara kedua negara dengan itikad baik.

"Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan dengan itikad baik antara kedua pemerintah," katanya.

Upaya Hentikan Permusuhan dan Dampak Konflik

Presiden Lebanon Joseph Aoun sebelumnya menegaskan bahwa pembicaraan dengan Israel bertujuan menghentikan permusuhan, mengakhiri pendudukan di Lebanon selatan, serta memastikan penempatan tentara Lebanon di perbatasan yang diakui secara internasional.

Sejak 2 Maret 2026, serangan Israel di wilayah Lebanon dilaporkan telah menewaskan sekitar 2.300 orang, melukai lebih dari 7.500 orang, dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi menurut otoritas Lebanon.

Presiden AS Donald Trump juga telah mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pada pertengahan April 2026 di Tel Aviv dan Beirut sebagai langkah awal meredakan ketegangan.

Namun, kepala pertahanan Israel Israel Katz menyatakan pihaknya tetap berencana mempertahankan kendali atas wilayah yang diduduki di Lebanon selatan selama operasi militer berlangsung.

Penulis :
Ahmad Yusuf