HOME  ⁄  Geopolitik

Kunjungan Delegasi AS ke Pakistan Ditunda, Tunggu Proposal Iran untuk Lanjutkan Perundingan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kunjungan Delegasi AS ke Pakistan Ditunda, Tunggu Proposal Iran untuk Lanjutkan Perundingan
Foto: (Sumber : Pasukan keamanan mengambil langkah-langkah ekstensif menjelang putaran kedua pembicaraan yang diharapkan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada 21 April 2026. ANTARA/Muhammed Semih Uğurlu/pri.)

Pantau - Kunjungan delegasi Amerika Serikat ke Pakistan ditunda karena Washington masih menunggu proposal terpadu dari Iran terkait kelanjutan perundingan kedua negara.

Penundaan Kunjungan dan Sikap Gedung Putih

Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan penundaan dilakukan setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa AS belum menerima proposal resmi dari Iran.

"Mengingat unggahan Presiden Trump di TRUTH Social yang mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat sedang menunggu proposal terpadu dari Iran, kunjungan ke Pakistan tidak akan terjadi hari ini. Setiap pembaruan lebih lanjut tentang pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih," ungkap pejabat tersebut.

Sebelumnya, delegasi AS dijadwalkan tiba di Islamabad untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran, namun rencana tersebut batal setelah belum ada kepastian partisipasi dari Teheran.

Laporan media juga menyebut kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance turut ditunda karena Iran belum memberikan konfirmasi keikutsertaan.

Gencatan Senjata Diperpanjang di Tengah Ketegangan

Presiden Trump menyatakan AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sambil tetap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran.

"Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan militer kita untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu, dan oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan, dan diskusi diselesaikan, dengan satu atau cara lain," tulis Trump.

Keputusan tersebut diambil atas permintaan pejabat tinggi Pakistan, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Pihak Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menyatakan belum mengambil keputusan final terkait partisipasi dalam perundingan.

Penulis :
Ahmad Yusuf