
Pantau - Sebanyak 20 orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan bom yang menghantam bus pedesaan di wilayah Cauca, Kolombia barat daya, pada 25 April 2026.
Ledakan Terjadi Saat Bus Melintas
Gubernur Cauca Octavio Guzman menyebut insiden tersebut sebagai salah satu serangan paling brutal terhadap warga sipil dalam beberapa dekade terakhir.
"Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan yang paling brutal dan keji terhadap masyarakat sipil di wilayah Cauca selama beberapa dekade terakhir," ungkapnya.
Ledakan terjadi ketika bahan peledak yang dipasang di gorong-gorong di Jalan Raya Pan-Amerika, Cajibio, meledak saat bus pedesaan yang dikenal sebagai “chiva” melintas.
Korban tewas terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki, sementara puluhan korban luka masih menjalani perawatan, termasuk tiga orang dalam kondisi kritis dan lima anak yang mulai membaik.
Dugaan Pelaku dan Dampak Kerusakan
Ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan di sekitar lokasi dan membentuk kawah besar di jalan.
Terdapat laporan bahwa bahan peledak kemungkinan dilempar ke arah bus sebelum meledak sehingga memperparah dampak serangan.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut serangan itu didalangi Ivan Mordisco, pemimpin faksi EMC dari kelompok pemberontak FARC.
Pemerintah setempat menetapkan masa berkabung selama tiga hari serta menyiapkan bantuan kemanusiaan dan pendampingan psikososial bagi para korban.
Pihak berwenang juga terus melakukan pemulihan infrastruktur dan menjamin keamanan di wilayah terdampak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







