HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Berharap Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia Berjalan Efektif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Berharap Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia Berjalan Efektif
Foto: (Sumber: Arsip foto - Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stéphane Dujarric mengadakan konferensi pers yang menguraikan prioritasnya untuk tahun 2026 di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, pada 29 Januari 2026. ANTARA/Selçuk Acar/Anadolu/pri. (ANTARA/Selçuk Acar/Anadolu/pri.).)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik pengumuman gencatan senjata yang disampaikan Ukraina dan Rusia di tengah konflik berkepanjangan antara kedua negara.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan organisasi tersebut berharap gencatan senjata dapat berjalan efektif dan menjadi langkah menuju perdamaian berkelanjutan.

“Kami menyambut baik gencatan senjata sepihak yang diumumkan oleh Ukraina, yang akan dimulai pada malam tanggal 5 hingga 6 Mei, serta gencatan senjata oleh Federasi Rusia, yang akan berlangsung pada tanggal 8 dan 9 Mei,” ujar Dujarric dalam pernyataan resmi pada Selasa (5/5).

Ia menyampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kembali menyerukan penghentian konflik secara menyeluruh.

“Sekretaris Jenderal menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata penuh, segera, tanpa syarat, dan berkelanjutan, yang mengarah pada perdamaian yang adil, menyeluruh, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Rusia Umumkan Gencatan Senjata Hari Kemenangan

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengumumkan gencatan senjata pada 8 dan 9 Mei untuk menghormati perayaan kemenangan Uni Soviet dalam Perang Patriotik Besar.

Melalui pernyataan di Telegram, Moskow menyebut akan mengambil langkah yang diperlukan demi menjaga keamanan selama perayaan berlangsung.

Rusia juga memperingatkan akan memberikan serangan balasan besar-besaran apabila perayaan tersebut terganggu.

Ukraina Sebut Nyawa Manusia Lebih Penting

Menanggapi pengumuman Moskow, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan gencatan senjata dengan Rusia dimulai sejak tengah malam di Kiev.

Ia menegaskan keselamatan warga sipil lebih penting dibanding perayaan apa pun.

“Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada perayaan apa pun,” kata Zelenskyy.

Presiden Ukraina itu juga menyebut tidak ada permintaan resmi dari Rusia terkait penghentian permusuhan selama perayaan Hari Kemenangan.

Penulis :
Ahmad Yusuf