
Pantau - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) mencatat jumlah baku tembak tertinggi antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon sejak gencatan senjata diberlakukan pada April 2026.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan insiden tersebut terjadi pada 4 Mei dan melibatkan Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) serta sejumlah kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah.
“Kemarin terjadi jumlah baku tembak tertinggi antara Pasukan Pertahanan Israel dan kelompok bersenjata, termasuk Hizbullah, dan itu adalah jumlah tertinggi di Lebanon sejak pertempuran dihentikan pada 17 April,” ujar Dujarric kepada wartawan pada Selasa (5/5).
Menurut laporan UNIFIL, terdapat 619 peluncuran serangan oleh IDF yang berdampak di wilayah Lebanon.
Sementara itu, tercatat 30 peluncuran serangan yang mengarah ke sasaran Israel.
PBB Desak Semua Pihak Menahan Diri
PBB meminta seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan tetap menghormati kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku.
Dujarric menegaskan situasi keamanan di Lebanon selatan masih sangat rapuh meski kesepakatan penghentian pertempuran telah diumumkan.
UNIFIL terus memantau perkembangan di wilayah perbatasan guna mencegah eskalasi konflik lebih luas.
Gencatan Senjata Belum Hentikan Serangan
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari pada 16 April.
Kesepakatan itu kemudian diperpanjang selama tiga pekan.
Namun, Israel dilaporkan masih rutin melancarkan serangan udara dan artileri ke Lebanon selatan hampir setiap hari.
Hizbullah juga terus membalas dengan serangan terhadap pasukan Israel di wilayah perbatasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





