HOME  ⁄  Geopolitik

Dua Kapal Perusak AS Lolos dari Serangan Iran Saat Melintasi Selat Hormuz

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dua Kapal Perusak AS Lolos dari Serangan Iran Saat Melintasi Selat Hormuz
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Rudal Iran. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Dua kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Truxtun dan USS Mason, dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dan memasuki Teluk setelah menghadapi serangan rudal, drone, dan perahu kecil dari Iran.

Media AS CBS News pada Senin malam melaporkan kedua kapal perang itu mendapat dukungan helikopter Apache dan pesawat militer lainnya saat menghadapi ancaman terkoordinasi di jalur laut strategis tersebut.

Pejabat Pentagon yang dikutip secara anonim menyebut tidak ada kapal perang AS yang terkena serangan selama insiden berlangsung.

Pentagon Klaim Semua Ancaman Berhasil Digagalkan

Pejabat Pentagon mengatakan Iran meluncurkan rudal, drone, dan perahu kecil ke arah kapal perang AS dalam rentetan serangan berkelanjutan.

Namun, seluruh ancaman disebut berhasil dicegat atau digagalkan oleh sistem pertahanan dan dukungan udara militer AS.

Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper mengungkapkan pasukan Iran meluncurkan “beberapa rudal jelajah, drone, dan perahu kecil ke arah kapal-kapal yang kami lindungi.”

Ia juga mengatakan pasukan AS menenggelamkan enam perahu kecil Iran yang menargetkan kapal sipil di Selat Hormuz.

Trump Ancam Iran

Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran kini terlihat “lebih lunak” dibandingkan sebelumnya.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump memperingatkan Iran akan “dihancurkan hingga lenyap dari muka Bumi” jika menyerang kapal-kapal AS di Selat Hormuz.

Meski demikian, Trump dalam wawancara terpisah dengan ABC News meremehkan intensitas serangan tersebut.

“[Serangan itu] bukan tembakan yang besar,” kata Trump.

Iran Bantah Klaim AS

Iran membantah pernyataan AS terkait insiden di Selat Hormuz.

Kantor berita semi resmi Tasnim melaporkan tidak ada kapal komersial maupun kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz saat kejadian berlangsung.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari yang menewaskan sejumlah pejabat militer senior dan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta target AS di Timur Tengah, sekaligus melarang kapal yang terkait dengan AS dan Israel melintasi Selat Hormuz.

Penulis :
Aditya Yohan