
Pantau - Lima negara di kawasan Asia Tenggara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Thailand menggelar dialog penegakan hukum maritim di Kantor Zona Tengah Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Kota Manado, Sulawesi Utara, guna memperkuat keamanan kawasan dan penanganan tindak pidana lintas negara.
Dialog bertajuk Maritime Law Enforcement Dialogue Delegates (MLED) tersebut berlangsung di Manado, Kamis, dengan dukungan koordinasi dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).
Kepala Zona Tengah Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya mengatakan forum tersebut menjadi wadah memperkuat interaksi dan kerja sama antarnegara di sektor keamanan laut.
“Maritime Law Enforcement Dialogue Delegates' (MLED) memberikan kesempatan berinteraksi menguatkan kawasan dalam menjaga perairan ataupun hal-hal lain yang terkait dengan tindak pidana tertentu,” ungkap Teguh Prasetya.
Dialog Bahas Keamanan Laut dan Isu Kemanusiaan
Teguh menjelaskan MLED juga menjadi sarana memperkuat pengendalian kawasan dalam aspek keamanan lingkungan, kemanusiaan, dan isu strategis lainnya di Asia Tenggara.
Menurut dia, seluruh negara peserta memiliki komitmen yang sama untuk menjaga stabilitas kawasan melalui koordinasi dan kerja sama yang solid.
“Dialog ini membuka pikiran masing-masing negara dan berbagi dalam penanganan tindak pidana, penanganan dalam sisi kemanusiaan dan sebagainya, serta memperkaya wawasan kita semua termasuk di Zona Tengah Bakamla Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menegaskan keamanan laut merupakan tanggung jawab bersama seluruh negara di kawasan sehingga diperlukan sinergi tanpa mengedepankan ego sektoral.
“Kami melihat di wilayah kita di kawasan Asia Tenggara khususnya sangat baik, kondusif karena memang kerja sama kita sangat kuat dalam kawasan dan dengan organisasi ASEAN,” katanya.
Bakamla Harap Kerja Sama Maritim Semakin Kuat
Teguh berharap dialog tersebut dapat mempererat hubungan antarnegara melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan pertemuan lanjutan terkait keamanan maritim.
“Terima kasih kepada United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang memberikan kesempatan kepada Bakamla Zona Tengah menjadi bagian dari kegiatan ini serta Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksdya TNI Irvansyah,” ucapnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi regional dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan laut dan tindak pidana lintas negara di kawasan Asia Tenggara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





