
Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan negara-negara anggota NATO sepakat mulai membahas skenario cadangan terkait situasi Selat Hormuz jika tidak tercapai kesepakatan dengan Iran.
NATO Bahas Antisipasi Konflik Selat Hormuz
Pernyataan itu disampaikan Rubio kepada wartawan usai menghadiri pertemuan menteri luar negeri NATO di Swedia pada Jumat (22/5).
“Kami harus mulai memikirkannya, saya mengangkat poin itu hari ini. Saya mendapat banyak anggukan persetujuan. Kami harus memiliki rencana B jika ada pihak yang mulai menembak,” kata Rubio.
Rubio menyebut pembahasan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila ketegangan di kawasan Selat Hormuz semakin meningkat.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mempertimbangkan menarik Amerika Serikat dari NATO setelah sejumlah negara Eropa menolak terlibat dalam perang AS dan Israel melawan Iran.
Trump juga dikabarkan kecewa karena sekutu Eropa tidak mendukung pengiriman kapal perang ke jalur strategis Selat Hormuz.
NATO Dinilai Lambat Dukung AS soal Iran
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya mengakui beberapa anggota NATO sempat lambat memberikan dukungan terhadap operasi militer AS terkait Iran.
Namun, Rutte mengatakan hampir seluruh sekutu kini telah memberikan dukungan yang diminta Washington.
Ketegangan di Selat Hormuz terus menjadi perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak global.
Situasi di kawasan itu juga semakin memanas setelah konflik Iran dengan AS dan Israel meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





