HOME  ⁄  Geopolitik

Perdana Menteri Jepang Usulkan Kemitraan Mineral Strategis di KTT G7 di Tengah Pembahasan Kesepakatan AS-Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Perdana Menteri Jepang Usulkan Kemitraan Mineral Strategis di KTT G7 di Tengah Pembahasan Kesepakatan AS-Iran
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Negara-negara anggota G7. (ANTARA/Anadolu).)

Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengusulkan pembentukan kemitraan cadangan strategis bersama untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan mineral kritis saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis, di tengah pembahasan mengenai kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Jepang Soroti Ketahanan Mineral Kritis

Usulan tersebut disampaikan Takaichi dalam jamuan makan malam pembukaan KTT G7 yang berlangsung di Evian-les-Bains, Prancis, dengan latar kekhawatiran terhadap tingginya ketergantungan pasokan mineral penting pada China.

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, inisiatif itu bertujuan memperkuat kesiapan dan ketahanan rantai pasokan mineral kritis yang dibutuhkan industri teknologi tinggi, termasuk unsur tanah jarang.

Takaichi juga menyambut baik kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran sebagai langkah menuju deeskalasi konflik di Timur Tengah dan menekankan pentingnya penyelesaian perjanjian akhir untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz serta mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

KTT G7 Bahas Keamanan dan Stabilitas Global

Selain isu Timur Tengah, para pemimpin G7 membahas keamanan ekonomi, perang di Ukraina, serta tantangan kawasan Indo-Pasifik di tengah masih adanya perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan sejumlah sekutu Eropa.

Takaichi turut menyerukan denuklirisasi penuh Korea Utara dan menyampaikan apresiasi atas dukungan negara-negara G7 terhadap penyelesaian kasus penculikan warga Jepang oleh Pyongyang pada dekade 1970-an dan 1980-an.

Para pemimpin G7 juga dijadwalkan membahas pengembangan kecerdasan buatan, rantai pasokan mineral penting, serta keamanan regional bersama sejumlah negara mitra dan pelaku industri teknologi selama rangkaian KTT yang berlangsung hingga Rabu.

Penulis :
Ahmad Yusuf