
Pantau - Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menegaskan kelompoknya akan tetap berada di medan perlawanan menghadapi Israel serta menolak kesepakatan kerangka kerja antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Qassem melalui saluran televisi Al-Manar pada Rabu (8/7/2026).
Hizbullah Sebut Kesepakatan Tidak Sah
Qassem mengatakan Hizbullah telah menggagalkan berbagai upaya untuk menghapus apa yang disebut kelompok itu sebagai perlawanan terhadap Israel.
Ia juga menegaskan Israel tidak akan memperoleh stabilitas hingga tujuan pembebasan tercapai.
Qassem menyebut kesepakatan kerangka kerja antara Lebanon dan Israel sebagai perjanjian yang tidak sah dan bertentangan dengan konstitusi.
“Tidak sah,” ungkap Qassem saat menjelaskan penilaiannya terhadap kesepakatan tersebut.
Ia juga menyebut perjanjian itu “tidak konstitusional” karena dinilai melanggar prinsip-prinsip konstitusi dan hukum Lebanon.
Menurut Qassem, kesepakatan tersebut tidak akan berhasil dan otoritas Lebanon tidak akan mampu mengimplementasikan ketentuan yang terdapat di dalamnya.
Kesepakatan Dimediasi Amerika Serikat
Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat di Washington pada 26 Juni 2026.
Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri permusuhan yang terjadi di sepanjang wilayah perbatasan kedua negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





