
Pantau - Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) melaporkan tingkat pengangguran di Jalur Gaza melampaui 80 persen pada 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan 29 persen di Tepi Barat, di tengah dampak berkepanjangan konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Pengangguran dan Kondisi Sosial Memburuk
PCBS menyampaikan data tersebut dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (9/7) menjelang peringatan Hari Populasi Sedunia pada 11 Juli.
Lembaga itu mencatat jumlah populasi Palestina secara global mencapai sekitar 15,5 juta jiwa hingga akhir 2025.
Sebanyak 5,6 juta jiwa tinggal di wilayah Palestina, sekitar 6,8 juta jiwa berada di negara-negara Arab, dan sekitar 1,9 juta jiwa tinggal di Israel.
PCBS juga menyebut sekitar 65 persen penduduk Palestina berusia di bawah 30 tahun sehingga masyarakat Palestina didominasi kelompok usia muda.
Kerusakan Infrastruktur dan Ancaman Malnutrisi
PCBS melaporkan lebih dari 198.000 bangunan di Jalur Gaza mengalami kerusakan sejak pecahnya konflik Israel-Hamas pada Oktober 2023.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 102.000 bangunan dilaporkan hancur total.
Selain itu, sekitar 98,5 persen lahan pertanian di Gaza kehilangan produktivitas atau tidak lagi dapat diakses.
PCBS juga memproyeksikan sekitar 101.000 anak berusia di bawah lima tahun serta 55.500 perempuan hamil atau menyusui akan menghadapi malnutrisi akut pada periode 2025-2026.
Hari Populasi Sedunia diperingati setiap 11 Juli untuk meningkatkan kesadaran terhadap berbagai isu kependudukan global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





