HOME  ⁄  Geopolitik

Dubes Rwanda Ungkap Keberhasilan Konservasi Gorila Gunung dan Dorong Kerja Sama dengan Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dubes Rwanda Ungkap Keberhasilan Konservasi Gorila Gunung dan Dorong Kerja Sama dengan Indonesia
Foto: (Sumber :Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana berbicara dengan media setelah acara peringatan Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 di Jakarta, Jumat malam (17/72026). (ANTARA/Cindy Frishanti).)

Pantau - Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana menyoroti keberhasilan Rwanda meningkatkan populasi gorila gunung dari kurang dari 300 ekor menjadi lebih dari tiga kali lipat melalui kebijakan konservasi dan perlindungan habitat sejak pascagenosida 1994.

Pernyataan tersebut disampaikan Harelimana seusai peringatan Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 di Jakarta, Jumat malam.

Populasi Gorila Gunung Meningkat Berkat Konservasi

Harelimana mengatakan gorila gunung di Rwanda pernah berada di ambang kepunahan sebelum 1994.

Menurutnya, populasi satwa tersebut meningkat signifikan berkat kebijakan konservasi, perlindungan habitat, dan komitmen pemerintah dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Ia menambahkan penelitian dan advokasi primatolog Dian Fossey turut berperan besar dalam mendorong perlindungan gorila gunung di habitat alaminya.

Rwanda juga menggelar upacara tahunan Kwita Izina setiap September untuk memberi nama gorila yang baru lahir dengan melibatkan tokoh internasional sebagai bagian dari kampanye konservasi global.

“Kantong plastik tidak diizinkan di Rwanda. Jika Anda seorang warga negara asing yang datang ke Rwanda dengan kantong plastik, seseorang di perbatasan akan mengambilnya dari Anda dan memberi Anda alternatif untuk membawa apa pun yang Anda bawa di dalam kantong itu,” ungkapnya.

Harelimana mengatakan larangan penggunaan kantong plastik yang diterapkan sejak 2012 merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah Rwanda dalam melindungi lingkungan.

Indonesia dan Rwanda Perkuat Hubungan Bilateral

Harelimana menyatakan Indonesia dan Rwanda dapat saling belajar dalam upaya pelestarian lingkungan dan konservasi satwa.

Ia juga mengungkapkan kedua negara sedang membahas Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) sebagai langkah memperkuat hubungan ekonomi.

Menurutnya, delegasi dari Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Perdagangan RI, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia telah mengunjungi Kigali pada Februari untuk membahas perjanjian tersebut.

Pembahasan itu kemudian dilanjutkan dengan kunjungan delegasi Rwanda ke Jakarta pada Juni.

Harelimana menambahkan hubungan Indonesia dan Rwanda juga terus berkembang melalui kemudahan visa, meningkatnya jumlah mahasiswa Rwanda di Indonesia, pertukaran budaya, serta bertambahnya kunjungan wisatawan dari kedua negara.

Penulis :
Aditya Yohan