
Pantau - Jumlah pasokan penting yang diizinkan masuk ke Jalur Gaza meningkat 33 persen pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kebutuhan masyarakat masih sangat besar dan ketergantungan terhadap bantuan tetap tinggi.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan perkembangan tersebut pada Jumat (7/8/2026).
Sebanyak 55.000 paket bantuan dengan berat sekitar 35.000 metrik ton masuk ke Jalur Gaza sepanjang Juli 2026.
Makanan Mendominasi Bantuan yang Masuk ke Gaza
OCHA menyebut sebagian besar bantuan yang masuk berupa bahan pangan, sedangkan perlengkapan untuk kebutuhan lainnya tersedia dalam jumlah lebih kecil.
"Sekitar 60 persen dari bantuan ini berupa makanan, kemudian disertai perlengkapan tempat tinggal, air, sanitasi, kebersihan, dan kesehatan dalam volume yang lebih kecil," kata OCHA.
"Pasokan tambahan dibawa masuk oleh sektor swasta," kata OCHA.
Meski arus bantuan meningkat, mitra kemanusiaan OCHA memperingatkan masih terdapat pembatasan terhadap jenis pasokan yang diperbolehkan masuk ke Jalur Gaza.
Persetujuan tambahan juga diperlukan untuk memasukkan oli mesin dan suku cadang yang dibutuhkan guna menjaga kendaraan serta generator cadangan tetap beroperasi dalam kegiatan kemanusiaan.
PBB Catat Kerusakan Bangunan Gaza Bertambah
Pusat Satelit PBB memperkirakan jumlah bangunan yang hancur di seluruh Gaza meningkat 9 persen sejak deklarasi gencatan senjata pada Oktober 2025.
Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengatakan Gaza tetap dapat dibangun kembali apabila pertempuran dihentikan dan bantuan dapat masuk.
"Kami di PBB sebenarnya memiliki pengalaman panjang dalam membangun kembali berbagai wilayah yang pernah menjadi zona konflik. Dan Program Pembangunan PBB (UNDP), khususnya, telah melakukan analisis mengenai berapa biaya yang diperlukan, baik untuk menyingkirkan puing-puing maupun melakukan rekonstruksi," kata Haq pada Jumat.
Di Tepi Barat, mitra kemanusiaan yang bekerja sama dengan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan lebih dari 50 orang terluka dalam operasi selama dua hari oleh pasukan Israel pada pekan lalu di Kamp Qalandia dekat Yerusalem.
OCHA mengatakan para mitranya telah mengunjungi kamp tersebut untuk mengevaluasi kebutuhan masyarakat setelah pasukan Israel dilaporkan mengambil alih sejumlah rumah, mengusir keluarga, dan menggunakan properti sebagai pusat interogasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan



