
Pantau - Hamas menegaskan tetap berkomitmen menjalankan peta jalan tahap kedua rencana perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump meski Israel menolak rencana 15 poin tersebut.
Kelompok Palestina itu pada Minggu (9/8/2026) menyatakan serius terlibat dalam pelaksanaan rencana perdamaian dan mendorong penyusunan jadwal yang jelas untuk setiap tahap implementasinya.
"Prioritas pada tahap ini harusnya adalah untuk memastikan implementasi semua tahap dan kewajiban dalam kesepakatan," kata Hamas.
Hamas menyatakan proses perdamaian harus menghasilkan gencatan senjata permanen, penghentian serangan Israel, penarikan penuh pasukan Israel, pembukaan kembali perbatasan, serta masuknya bantuan kemanusiaan dan pasokan bagi pengungsi.
Hamas Dorong Rekonstruksi dan Administrasi Gaza
Hamas menyatakan implementasi kesepakatan juga harus membuka jalan bagi dimulainya rekonstruksi Gaza setelah wilayah tersebut terdampak konflik berkepanjangan.
Kelompok itu turut mendorong Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) agar dapat segera menjalankan kewenangannya di wilayah tersebut.
Hamas menyerukan mediator, negara penjamin, dan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) untuk "memikul tanggung jawab mereka" dalam memastikan seluruh pihak mematuhi kesepakatan.
Menurut Hamas, pengawasan diperlukan untuk mencegah pelanggaran yang dapat menghambat implementasi rencana maupun menggagalkan gencatan senjata.
Hamas juga menyatakan akan terus terlibat "secara positif dan bertanggung jawab" dalam upaya menyelesaikan implementasi kesepakatan, mengakhiri penderitaan warga Palestina di Gaza, serta "melindungi hak dan kepentingan nasional mereka".
Netanyahu Tolak Penarikan Pasukan Sebelum Hamas Dilucuti
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel menolak rencana 15 poin yang telah disahkan Dewan Perdamaian untuk Gaza.
Netanyahu menegaskan pasukan Israel tidak akan ditarik dari wilayah Palestina sebelum perlucutan senjata Hamas dilaksanakan sepenuhnya.
Perbedaan sikap mengenai penarikan pasukan dan perlucutan senjata tersebut menjadi bagian dari persoalan dalam pelaksanaan tahap berikutnya rencana perdamaian Gaza.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



