
Pantau - Hizbullah mendesak pemerintah Lebanon menghentikan perundingan langsung dengan Israel setelah Kementerian Luar Negeri Israel menerbitkan peta yang menunjukkan sebagian besar wilayah Lebanon selatan sebagai bagian dari Israel.
Hizbullah menilai peta tersebut menunjukkan ambisi Israel terhadap wilayah dan sumber daya Lebanon serta menuduh Tel Aviv berupaya menciptakan realitas baru di lapangan.
Peta tersebut diterbitkan melalui akun berbahasa Arab Kementerian Luar Negeri Israel di platform X pada Jumat (7/8/2026) dan memperlihatkan wilayah luas Lebanon selatan masuk ke wilayah Israel.
Hizbullah menilai penerbitan peta tersebut merusak jalur perundingan dan menuduh Israel memanfaatkan dialog langsung untuk mengulur waktu sambil memperkuat keberadaannya di wilayah Lebanon.
Hizbullah Desak Lebanon Mengadu ke PBB
Hizbullah mendesak pemerintah Lebanon segera menghentikan perundingan langsung dengan Israel dan mengajukan pengaduan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kelompok tersebut juga meminta Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon menggelar pertemuan darurat untuk membahas perkembangan tersebut.
Hizbullah menyerukan respons terpadu untuk mempertahankan kedaulatan, wilayah, dan sumber daya Lebanon di tengah ketegangan dengan Israel.
Desakan tersebut muncul setelah perunding Lebanon dan Israel menyelesaikan putaran ketujuh perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Roma pada Kamis (6/8/2026).
Perundingan itu berfokus pada pelaksanaan kerangka kesepakatan yang sebelumnya dicapai kedua pihak pada 26 Juni 2026.
Hingga Minggu (9/8/2026) malam, pemerintah Lebanon belum memberikan tanggapan resmi mengenai peta yang diterbitkan Israel tersebut.
Beirut sebelumnya berulang kali menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon selatan.
Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan Berlanjut
Operasi militer Israel di Lebanon selatan dilaporkan terus berlangsung sejak 2 Maret meskipun proses perundingan antara kedua pihak berjalan.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan tersebut telah menewaskan 4.333 orang dan melukai 12.250 lainnya.
Israel juga masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk daerah yang telah dikuasai selama puluhan tahun serta wilayah yang direbut dalam perang 2023-2024.
Dalam operasi terbaru, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



