HOME  ⁄  Geopolitik

AS Tak Persoalkan Penolakan Netanyahu terhadap Rencana Damai Gaza Selama Serangan Dibatasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Tak Persoalkan Penolakan Netanyahu terhadap Rencana Damai Gaza Selama Serangan Dibatasi
Foto: (Sumber :Arsi foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Dilara İrem Sanca - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mengkhawatirkan penolakan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana perdamaian Gaza dan menilai sikap tersebut sebagai bagian dari kampanye politik di Israel.

Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan Washington masih dapat menerima sikap Netanyahu selama pemerintah Israel menjalankan permintaan AS, terutama terkait pembatasan serangan di Jalur Gaza.

"Kami memahami kebutuhan politik Bibi. Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait pembatasan serangan di Gaza," kata pejabat Gedung Putih seperti dikutip Axios.

Netanyahu pada Minggu mengumumkan bahwa Israel menolak rencana 15 poin Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza.

Ia menegaskan militer Israel tidak akan meninggalkan wilayah tersebut sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya.

Menurut The New York Times, pejabat Hamas meyakini Israel masih bekerja sama dengan Dewan Perdamaian terkait upaya penyelesaian konflik Gaza.

Pejabat tersebut menyebut Netanyahu berbicara melalui telepon dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pada pekan lalu.

Dalam pembicaraan itu, Netanyahu disebut berjanji memberikan kesempatan terhadap rencana 15 poin tersebut meskipun masih bersikap skeptis.

Netanyahu juga disebut berjanji membatasi serangan terhadap Gaza agar proses demiliterisasi dapat dimulai.

Israel dan Hamas sebelumnya menyepakati pelaksanaan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Trump pada 9 Oktober 2025 dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye.

Gencatan senjata di Gaza mulai berlaku sehari kemudian dan diikuti penarikan pasukan Israel ke wilayah yang disebut "garis kuning".

Meski telah melakukan penarikan, Israel masih mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.

Penulis :
Aditya Yohan