
Pantau - Perang dagang Kanada dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah pemerintah Kanada resmi memberlakukan tarif balasan terhadap sejumlah produk AS senilai sekitar 27,6 miliar dolar Kanada atau setara Rp352,2 triliun.
Kebijakan tarif balasan tersebut mulai berlaku pada Selasa pukul 00.01 waktu setempat atau pukul 11.01 WIB.
Pemerintah Kanada menyatakan kebijakan itu merupakan langkah balasan dengan nilai setara terhadap tarif yang sebelumnya diterapkan AS berdasarkan Pasal 338 Undang-Undang Tarif 1930.
Kanada menerapkan prinsip "dolar per dolar" dalam kebijakan tersebut, yakni membalas tarif AS dengan nilai yang sebanding.
Kanada Kenakan Tarif hingga 50 Persen
Pemerintah di Ottawa menetapkan tarif balasan sebesar 15 persen, 25 persen, hingga 50 persen terhadap sejumlah produk impor yang berasal dari AS.
Produk yang menjadi sasaran mencakup sejumlah komoditas utama dari industri baja, produk susu, serta berbagai peralatan pertanian.
Tarif balasan Kanada juga dikenakan terhadap produk bubur kertas dan kertas serta sejumlah produk elektronika asal AS.
Pemerintah Kanada menegaskan tarif tersebut hanya berlaku terhadap barang yang berasal dari AS.
Sementara itu, produk yang sudah berada dalam proses atau titik transit pada hari kebijakan mulai berlaku tidak akan dikenai tarif balasan.
Dialog Gagal, Trump Terapkan Tarif 50 Persen
Eskalasi perang dagang tersebut terjadi setelah dialog bilateral Kanada dan AS pada akhir Agustus tidak menghasilkan kesepakatan.
Setelah dialog tersebut gagal, Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk yang diimpor dari Kanada.
Kebijakan AS menyasar sejumlah komoditas Kanada, termasuk produk baja, aluminium, kayu, dan komponen otomotif.
Tarif tersebut diterapkan berdasarkan Pasal 338 Undang-Undang Tarif AS yang memberikan kewenangan kepada presiden untuk mengambil langkah balasan terhadap hambatan perdagangan yang dinilai merugikan negara tersebut.
Perselisihan perdagangan antara AS dan Kanada semakin meruncing di bawah pemerintahan Trump yang sebelumnya telah memberlakukan serangkaian tarif impor serta berbagai langkah dagang balasan.
Trump berulang kali mengkritik selisih perdagangan antara AS dan Kanada dan menjadikan persoalan tersebut sebagai salah satu alasan utama penerapan tarif terhadap produk Kanada.
Trump juga berkali-kali menuduh pemerintah Kanada "menipu" AS dalam hubungan perdagangan kedua negara.
Pemberlakuan tarif balasan Kanada senilai 27,6 miliar dolar Kanada menjadi eskalasi terbaru dalam ketegangan perdagangan antara kedua negara bertetangga tersebut.
- Penulis :
- Shila Glorya




