HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Tuntaskan Persiapan MTQ Nasional XXXI, Semarang Siap Sambut 7.338 Orang

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenag Tuntaskan Persiapan MTQ Nasional XXXI, Semarang Siap Sambut 7.338 Orang
Foto: Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis M. Hanafi (sumber: Kemenag)

Pantau - Kementerian Agama memastikan seluruh persiapan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang menjadi lingkup tanggung jawabnya telah rampung 100 persen menjelang pelaksanaan di Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M. Hanafi mengatakan kesiapan tersebut mencakup aspek perlombaan hingga dukungan terhadap kelancaran penyelenggaraan kegiatan.

"Persiapan MTQ Nasional dalam lingkup Kementerian Agama sudah mencapai 100 persen. Kami siap menyambut pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026," ungkap Muchlis.

MTQ Nasional XXXI dijadwalkan dihadiri 7.338 orang dari berbagai daerah, termasuk peserta lomba, ofisial, anggota kafilah, pendamping, pejabat, undangan, dan tamu negara.

Sebanyak 37 provinsi akan mengirimkan kafilah lengkap untuk mengikuti ajang tersebut.

Delapan Cabang dan 24 Golongan Dipertandingkan

Dari keseluruhan jumlah yang hadir, sebanyak 2.242 orang merupakan peserta lomba yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan.

Pelaksanaan kompetisi akan melibatkan 156 orang sebagai dewan hakim dan tujuh orang sebagai pengawas.

Sebanyak 2.833 orang yang terdiri atas ofisial, anggota kafilah, dan pendamping juga akan berada di Semarang selama penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Kegiatan tersebut juga dijadwalkan dihadiri 246 pejabat dari tingkat pusat dan daerah serta 1.844 undangan lainnya.

Sebanyak 50 tamu negara turut dijadwalkan menghadiri penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

MTQ Nasional XXXI akan mempertandingkan delapan cabang yang terbagi dalam 24 golongan lomba.

Kementerian Agama telah mempersiapkan 5.257 butir soal untuk mendukung pelaksanaan seluruh cabang dan golongan yang dipertandingkan.

"Sebanyak 5.257 butir soal telah tersedia dari delapan cabang dan 24 golongan lomba yang dipertandingkan. Seluruh persiapan dalam lingkup Kementerian Agama telah kami tuntaskan untuk mendukung kelancaran MTQ Nasional," kata Muchlis.

Ratusan Petugas Dampingi Kafilah

Selain aspek perlombaan, penyelenggara menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung kebutuhan kafilah selama berada di Semarang.

Sebanyak 190 aparatur sipil negara dari 38 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilibatkan sebagai Liaison Officer atau petugas penghubung.

Para petugas tersebut akan mendampingi kafilah sejak proses kedatangan hingga kepulangan.

Pendampingan juga diperkuat dengan keterlibatan 35 Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Mereka akan mendampingi kafilah sekaligus mendukung kebutuhan koordinasi dan pelayanan selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.

Layanan bagi kafilah mencakup pendampingan ketika tiba di Semarang, transportasi, dan akomodasi.

Panitia juga menyiapkan layanan untuk mendukung mobilitas peserta dan kafilah menuju berbagai lokasi pelaksanaan musabaqah.

Buku panduan telah disediakan dengan memuat informasi teknis, mulai dari agenda kegiatan, lokasi perlombaan, hingga layanan yang dapat diakses selama MTQ Nasional XXXI.

RSUP Dr. Kariadi Jadi Pusat Rujukan Kesehatan

Aspek kesehatan turut menjadi bagian dari persiapan dengan penetapan RSUP Dr. Kariadi Semarang sebagai rumah sakit pusat rujukan selama MTQ Nasional XXXI.

RSUP Dr. Kariadi akan memberikan pelayanan selama 24 jam pada periode 11–20 September 2026.

Pelayanan tersebut diperkuat jaringan rumah sakit pendukung yang terdiri atas RS Nasional Diponegoro, SMC RS Telogorejo, RS KRMT Wongsonegoro, dan RSUD Dr. Adhyatma MPH Tugurejo.

Panitia juga menyediakan tim kesehatan di sekretariat penyelenggaraan serta hotel yang menjadi tempat menginap peserta dan kafilah.

Ambulans ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan selama kegiatan.

Panitia turut menyediakan mini ICU guna mendukung kebutuhan protokoler.

Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga akan tersedia di lokasi registrasi peserta.

Untuk menjaga keamanan konsumsi, layanan kesehatan mencakup pengujian sampel dan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi peserta maupun kafilah selama kegiatan.

Panitia juga telah menyiapkan prosedur rujukan bagi peserta atau anggota kafilah yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan kesehatan lebih lanjut.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026