HOME  ⁄  Nasional

TNI dan US Army Pertajam Kemampuan Tempur di Hutan melalui Latihan Menembak Lorong

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

TNI dan US Army Pertajam Kemampuan Tempur di Hutan melalui Latihan Menembak Lorong
Foto: Personel TNI bersama US Army mengikuti latihan "Menembak Lorong" dalam ajang LatihanGabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang digelar di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Senin 7/9/2026 (sumber: Puspen Mabes TNI)

Pantau - Personel TNI dan Angkatan Darat Amerika Serikat atau US Army mempertajam kemampuan bertempur di kawasan hutan melalui latihan Menembak Lorong dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2026.

Berdasarkan keterangan resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI, latihan tersebut dilaksanakan di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Senin, 7 September 2026.

Latihan Menembak Lorong merupakan metode serangan atau pelaksanaan tembakan sambil bergerak secara taktis di kawasan hutan untuk mempertajam kemampuan personel dalam menjalankan operasi tempur.

TNI dan US Army Perkuat Koordinasi Tempur

Latihan Menembak Lorong dirancang untuk menguji kemampuan prajurit dalam menjalankan tugas secara terpadu sekaligus meningkatkan kemampuan individu dan satuan.

Puspen TNI menjelaskan, "Pelaksanaan latihan bertujuan menguji kemampuan prajurit dalam melaksanakan tugas secara terpadu, sekaligus memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama."

Selain meningkatkan kemampuan tempur, latihan tersebut menjadi sarana mempererat koordinasi antara personel TNI dan US Army.

Latihan juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara personel militer Indonesia, Amerika Serikat, dan berbagai negara sahabat yang mengikuti Latgabma Super Garuda Shield 2026.

Seluruh rangkaian latihan Menembak Lorong dapat diselesaikan dengan baik tanpa insiden selama pelaksanaannya.

Melalui latihan tersebut, kemampuan menembak para personel diharapkan semakin meningkat sekaligus membangun hubungan yang semakin harmonis antarkorps militer negara peserta.

Super Garuda Shield 2026 Libatkan 4.743 Personel

Super Garuda Shield 2026 secara keseluruhan melibatkan 4.743 personel dari 21 negara yang datang ke Indonesia untuk mengikuti berbagai materi latihan.

Latihan gabungan tersebut bertujuan menguji kesiapan operasional pasukan, mendukung diplomasi pertahanan, serta meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa Super Garuda Shield merupakan latihan yang diselenggarakan setiap tahun di Indonesia.

"Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan," kata Agus.

Sebanyak 12 materi latihan dilaksanakan dalam rangkaian Super Garuda Shield 2026 yang berlangsung mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026.

Sebanyak 21 negara yang berpartisipasi adalah Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Latihan Digelar di Sejumlah Wilayah Indonesia

Super Garuda Shield 2026 tidak hanya berlangsung di Baturaja, tetapi juga digelar di sejumlah wilayah Indonesia.

Lokasi latihan meliputi Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, serta Nunukan di Kalimantan Utara.

Rangkaian Super Garuda Shield 2026 dijadwalkan berakhir pada 11 September 2026.

Penutupan latihan gabungan tersebut akan dilaksanakan di Jakarta pada 11 September 2026.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026