
Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh maskapai melakukan inspeksi menyeluruh terhadap setiap pesawat sebelum kembali dioperasikan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada sejumlah wilayah penerbangan.
Pemeriksaan tersebut diwajibkan bersamaan dengan pembukaan kembali sejumlah bandara yang sebelumnya sempat ditutup akibat terdampak abu vulkanik.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan setelah bandara kembali dibuka dapat berlangsung aman, lancar, dan memenuhi standar keselamatan.
"Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, pembukaan bandara ini juga disertai dengan sejumlah catatan. Otoritas bandara bersama dengan maskapai harus melakukan inspeksi terhadap semua armada pesawat," ungkap Dudy.
Maskapai Wajib Pastikan Mesin Pesawat Bebas Abu Vulkanik
Dudy menegaskan otoritas bandara bersama maskapai wajib memeriksa seluruh armada untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik yang menempel pada bagian pesawat.
Inspeksi juga harus memastikan tidak ada partikel abu vulkanik yang masuk ke mesin karena dapat membahayakan operasional penerbangan.
Selain pemeriksaan pesawat, pilot dan kru operasional diwajibkan memahami restricted polygon atau kawasan udara yang masih dibatasi karena terdeteksi mengandung sebaran abu vulkanik berbahaya bagi penerbangan.
Menurut Dudy, maskapai pada umumnya telah memiliki prosedur operasi standar untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik, salah satunya dengan menutup bagian mesin ketika pesawat sedang diparkir.
Penutupan tersebut bertujuan mengurangi risiko masuknya debu maupun partikel abu vulkanik yang dapat membahayakan mesin pesawat.
Meski telah mendapatkan perlindungan ketika diparkir, seluruh pesawat tetap wajib menjalani pemeriksaan ulang sebelum diizinkan kembali terbang.
Pemeriksaan ulang diperlukan karena ukuran partikel abu vulkanik sangat halus sehingga masih berpotensi masuk ke bagian mesin pesawat.
Pengawasan proses inspeksi akan melibatkan otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta seluruh unsur terkait untuk memastikan setiap pesawat memenuhi persyaratan keselamatan sebelum kembali melayani penumpang.
Sejumlah Bandara Mulai Kembali Beroperasi
Sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai kembali beroperasi pada Selasa (8/9) dini hari setelah dinyatakan aman berdasarkan evaluasi keselamatan penerbangan nasional.
"Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Mulai Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB, operasional bandara kembali berjalan dengan normal," kata Dudy.
Operasional Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, kembali dibuka mulai Selasa, 8 September, pukul 00.01 WIB.
Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung juga kembali beroperasi setelah sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik.
Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe di Banten kemudian menyusul kembali dibuka.
"Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB," ujar Dudy.
Sementara itu, Bandara Radin Inten II dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung masih menunggu perkembangan kondisi lebih lanjut pada saat pernyataan tersebut disampaikan.
Pemerintah tetap mengedepankan evaluasi keselamatan, pemeriksaan armada, pemantauan sebaran abu vulkanik, serta pembatasan kawasan udara tertentu sebagai dasar untuk memastikan penerbangan kembali berlangsung dengan aman.
- Penulis :
- Shila Glorya




