
Pantau - India mendorong Indonesia memperkuat kemitraan di bidang kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam kerangka BRICS agar teknologi tersebut dapat diterapkan lebih luas dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan kedua negara memiliki peluang besar meningkatkan kerja sama AI, terutama untuk sektor kesehatan, pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dunia usaha.
“Kita patut bekerja sama untuk implementasi AI di bidang kesehatan dan pertanian. Kita pun sudah menjajaki penerapan solusi AI untuk UMKM dan dunia usaha,” kata Chakravorty dalam wawancara khusus secara tertulis bersama ANTARA terkait Keketuaan BRICS India, Jumat.
Chakravorty menjelaskan AI menjadi salah satu komponen penting dalam pilar inovasi yang menjadi prioritas Keketuaan BRICS India pada 2026.
Inovasi merupakan satu dari empat pilar prioritas yang diusung India dalam keketuaannya di BRICS tahun ini bersama ketahanan, kerja sama, dan keberlanjutan.
Teknologi Bahasa Jadi Peluang Kolaborasi
Selain kesehatan, pertanian, dan UMKM, Indonesia dan India dinilai dapat mengoptimalkan kerja sama AI dalam pengembangan teknologi bahasa.
Teknologi tersebut dapat membantu menjembatani komunikasi antarmasyarakat yang menggunakan bahasa berbeda sekaligus memperluas akses terhadap AI.
Kerja sama teknologi bahasa dinilai relevan karena Indonesia dan India sama-sama memiliki keragaman bahasa yang sangat besar dan termasuk negara dengan jumlah bahasa terbanyak di dunia.
“Kita dapat berkolaborasi dalam teknologi bahasa, khususnya teknologi yang membuat AI semakin dapat diakses oleh komunitas yang menuturkan beragam bahasa,” kata Dubes India.
Pengembangan teknologi tersebut diharapkan membuat pemanfaatan AI semakin inklusif bagi komunitas yang menggunakan beragam bahasa di kedua negara.
Universitas dan Peneliti Didorong Perkuat Kemitraan
Chakravorty juga mendorong universitas dan peneliti dari Indonesia serta India memperkuat kemitraan melalui penelitian bersama, khususnya dalam pengembangan dan penerapan AI.
Para pembuat kebijakan kedua negara turut didorong meningkatkan interaksi untuk bertukar pengalaman dan keahlian terkait pengembangan, penggunaan, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab.
Indonesia dan India sebelumnya telah membentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Teknologi Digital yang memiliki kewenangan meninjau sektor kerja sama teknologi digital kedua negara.
“Kita juga sudah mendirikan Kelompok Kerja Bersama untuk Teknologi Digital yang diberikan wewenang untuk meninjau sektor kerja sama ini,” tambahnya.
Kerja Sama Menguat Menjelang KTT BRICS di New Delhi
Dorongan penguatan kerja sama AI tersebut disampaikan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang dijadwalkan berlangsung di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026.
BRICS pada tahun ini mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” atau “Membangun untuk Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan”.
Indonesia resmi bergabung sebagai anggota BRICS pada 6 Januari 2025.
BRICS beranggotakan sejumlah negara, antara lain Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Indonesia, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
- Penulis :
- Leon Weldrick




