
Pantau - Pemerintah Prancis mengumumkan rencana pelepasan 10 juta barel solar dari cadangan strategis nasional untuk menekan lonjakan harga bahan bakar, dengan perkiraan penurunan harga mencapai 12 hingga 18 sen euro atau sekitar Rp2.416 hingga Rp3.624 per liter.
Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, mengumumkan kebijakan tersebut pada Rabu (7/10), di tengah kenaikan harga bahan bakar yang terus membebani konsumen di negara tersebut.
Pelepasan cadangan solar strategis dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan pasokan di pasar domestik dengan menyalurkan tambahan bahan bakar kepada distributor yang beroperasi di Prancis.
Lecornu memperkirakan penambahan pasokan tersebut dapat "secara otomatis menurunkan harga di pompa bensin" sebesar "12 hingga 18 sen euro per liter solar".
Perkiraan tersebut setara dengan penurunan harga sekitar 0,12 hingga 0,18 euro per liter atau sekitar Rp2.416 hingga Rp3.624 berdasarkan kurs 1 euro sebesar Rp20.132.
Namun, angka tersebut masih merupakan proyeksi pemerintah Prancis dan belum menjadi penurunan harga yang dipastikan berlaku di seluruh stasiun pengisian bahan bakar.
Prancis Siapkan Pelepasan 10 Juta Barel Solar Selama Tiga Bulan
Pemerintah Prancis berencana menyediakan sebanyak 10 juta barel solar dari cadangan strategis nasional kepada para distributor bahan bakar dalam negeri.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasokan solar di pasar sehingga tekanan terhadap harga jual kepada konsumen dapat berkurang.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu menyatakan dirinya akan segera menandatangani keputusan resmi yang menjadi dasar pelaksanaan pelepasan cadangan solar tersebut.
Pemerintah memperkirakan penyaluran tambahan pasokan bahan bakar itu akan berlangsung selama tiga bulan.
Jika dibagi secara merata, volume 10 juta barel solar tersebut setara dengan rata-rata sekitar 3,33 juta barel setiap bulan.
Meski demikian, pemerintah Prancis belum mengumumkan rincian jadwal distribusi maupun pembagian volume solar yang akan disalurkan kepada masing-masing distributor.
Kebijakan pelepasan cadangan strategis menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meredakan tekanan pasar energi melalui peningkatan ketersediaan bahan bakar.
Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan harga solar selama periode pelaksanaan kebijakan.
Harga Solar di Prancis Tembus Rp47 Ribu per Liter
Berdasarkan laporan stasiun televisi Prancis TF1 pada Selasa (6/10), harga rata-rata solar di Prancis telah mencapai 2,35 euro per liter.
Dengan menggunakan kurs 1 euro setara Rp20.132, harga tersebut mencapai sekitar Rp47.310 per liter.
Sementara itu, harga bensin jenis SP95-E10 tercatat sebesar 2,14 euro per liter atau setara sekitar Rp43.083.
SP95-E10 merupakan salah satu jenis bensin yang paling banyak dijual di Prancis sehingga perkembangan harganya menjadi indikator kondisi pasar bahan bakar domestik.
Berdasarkan data tersebut, harga rata-rata solar lebih tinggi dibandingkan bensin SP95-E10 dengan selisih 0,21 euro per liter.
Jika dikonversikan menggunakan kurs yang sama, selisih harga kedua jenis bahan bakar tersebut mencapai sekitar Rp4.228 per liter.
Apabila perkiraan penurunan harga solar sebesar 0,12 hingga 0,18 euro per liter terealisasi sepenuhnya, harga rata-rata solar secara matematis berpotensi turun menjadi sekitar 2,17 hingga 2,23 euro per liter.
Namun, perhitungan tersebut hanya merupakan ilustrasi berdasarkan harga rata-rata yang dilaporkan TF1 dan proyeksi dampak kebijakan pemerintah.
Harga aktual di setiap stasiun pengisian bahan bakar masih dapat berbeda bergantung pada kondisi pasar dan pelaksanaan distribusi tambahan pasokan solar.
Konflik Timur Tengah dan Gangguan Selat Hormuz Tekan Harga Energi
Kenaikan harga bahan bakar di Prancis terjadi di tengah tekanan terhadap pasar energi internasional akibat konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Konflik tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketidakpastian pasokan energi global karena Timur Tengah merupakan kawasan penting dalam perdagangan minyak internasional.
Selain konflik regional, gangguan terhadap aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz juga turut meningkatkan tekanan terhadap pasar bahan bakar.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang digunakan dalam perdagangan minyak dan berbagai produk energi internasional.
Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut dapat memengaruhi kelancaran distribusi energi serta meningkatkan ketidakpastian pasokan.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari latar belakang kenaikan harga bahan bakar yang dihadapi Prancis.
Pemerintah Prancis kemudian menyiapkan langkah penambahan pasokan melalui pelepasan cadangan solar strategis untuk membantu mengurangi tekanan harga di pasar domestik.
Pemerintah Prancis Minta EDF Maksimalkan Produksi Listrik Jelang Musim Dingin
Selain mengambil langkah untuk menekan harga bahan bakar, Perdana Menteri Sebastien Lecornu juga memberikan perhatian terhadap potensi kenaikan harga listrik menjelang musim dingin.
Lecornu meminta perusahaan listrik milik negara Prancis, EDF, untuk memaksimalkan kapasitas produksi listriknya.
Permintaan tersebut bertujuan menjaga ketersediaan pasokan listrik agar harga energi tidak mengalami peningkatan pada musim dingin mendatang.
Upaya memaksimalkan produksi listrik menjadi langkah tambahan pemerintah dalam menghadapi tekanan harga energi yang berlangsung di Prancis.
Dengan demikian, pemerintah menjalankan dua langkah utama, yakni menambah pasokan solar melalui cadangan strategis dan mendorong peningkatan produksi listrik oleh EDF.
Kedua kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan energi sekaligus membantu mengurangi tekanan biaya yang dihadapi masyarakat.
Penurunan Harga Solar Masih Menunggu Pelaksanaan Kebijakan
Meski telah mengumumkan rencana pelepasan 10 juta barel solar, pemerintah Prancis belum menjelaskan secara terperinci mekanisme distribusi kepada perusahaan penyalur bahan bakar.
Jadwal penyaluran serta pembagian volume solar selama periode tiga bulan juga belum diumumkan secara resmi.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu menyatakan akan segera menandatangani keputusan yang memungkinkan kebijakan tersebut dilaksanakan.
Pemerintah memperkirakan tambahan pasokan solar dapat menurunkan harga di tingkat konsumen sebesar 12 hingga 18 sen euro per liter.
Namun, realisasi penurunan harga tersebut masih bergantung pada pelaksanaan kebijakan dan perkembangan kondisi pasar bahan bakar.
Sementara itu, pemerintah juga berupaya menjaga pasokan listrik melalui peningkatan produksi EDF untuk menghadapi kebutuhan energi pada musim dingin.
Melalui pelepasan cadangan strategis dan penguatan pasokan listrik, Prancis berupaya meredakan tekanan harga energi di tengah dampak konflik Timur Tengah serta gangguan distribusi melalui Selat Hormuz.
- Penulis :
- Shila Glorya




