
Pantau - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mulai menguji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan yang memungkinkan siswa mengambil makanan secara langsung dari meja penyajian, dengan SD Kanisius Kauman Jepara menjadi sekolah pertama dari sembilan sekolah yang direncanakan menerapkan pola tersebut.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, melakukan monitoring langsung terhadap pelaksanaan MBG sistem prasmanan di SD Kanisius Kauman Jepara pada Kamis (8/10).
Monitoring dilakukan untuk memastikan pola penyajian makanan yang baru dapat berjalan dengan baik serta memenuhi standar kecukupan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
"Dari rencana sembilan sekolah sasaran, untuk uji coba baru dilaksanakan di SD Kanisius Kauman Jepara. Kami bersama tim juga melakukan monitoring guna memastikan penerapan pola penyajian baru tersebut berjalan baik dan memenuhi aspek gizi, kebersihan, serta keamanan pangan," kata Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar saat monitoring di SD Kanisius Kauman Jepara, Kamis.
Pelaksanaan uji coba tersebut telah berlangsung selama empat hari sebelum dilakukan monitoring oleh Wakil Bupati Jepara.
Pada tahap awal, penerapan sistem prasmanan masih dibatasi untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 serta belum diberlakukan kepada seluruh siswa di sekolah tersebut.
Siswa Kelas 4 hingga 6 Mulai Ambil Makanan MBG Secara Prasmanan
Pelaksanaan MBG dengan sistem prasmanan di SD Kanisius Kauman Jepara menggunakan pola pelayanan yang berbeda dibandingkan pembagian makanan dalam porsi individual.
Dalam sistem tersebut, siswa mengambil makanan secara langsung dari meja prasmanan yang telah disiapkan oleh petugas.
Makanan yang tersedia terdiri atas sejumlah komponen utama, yakni nasi, lauk, sayuran, dan buah.
Keempat komponen tersebut menjadi bagian dari menu yang diberikan kepada siswa untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi melalui program MBG.
Penyajian makanan dilakukan menggunakan wadah dan peralatan saji yang telah disiapkan di lokasi pelaksanaan.
Selama proses pengambilan makanan, siswa diarahkan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban agar kegiatan makan bersama dapat berlangsung dengan baik.
Penerapan sistem prasmanan juga memberikan peran lebih besar kepada siswa dalam proses pengambilan makanan dibandingkan pola pembagian makanan yang sudah dikemas dalam porsi masing-masing.
Namun, kemampuan siswa dalam mengambil makanan sesuai kebutuhan menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan selama tahap uji coba.
Hal tersebut diperlukan agar perubahan pola pelayanan tidak mengurangi tujuan utama program MBG dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa.
Pemerintah Kabupaten Jepara untuk sementara membatasi penerapan sistem prasmanan kepada siswa kelas 4, 5, dan 6 sebagai bagian dari tahapan pengujian sebelum diperluas.
Pemkab Jepara Perketat Pengawasan Kebersihan dan Keamanan Pangan
Dalam pelaksanaan uji coba MBG sistem prasmanan, Pemerintah Kabupaten Jepara memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan dan keamanan pangan.
Petugas maupun siswa yang terlibat dalam proses penyajian menggunakan perlengkapan pelindung berupa penutup kepala, masker, dan sarung tangan.
Penggunaan perlengkapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan selama proses penanganan dan penyajian makanan.
Aspek kebersihan menjadi perhatian karena makanan disediakan melalui meja prasmanan yang digunakan secara bersama-sama.
Selain kebersihan, pemerintah daerah juga memantau ketertiban siswa saat mengambil makanan agar proses pelayanan dapat berlangsung secara teratur.
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menekankan bahwa keberhasilan penerapan MBG sistem prasmanan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan bergizi.
Pelaksanaan program juga harus memastikan makanan yang disajikan tetap memenuhi standar keamanan pangan selama proses pelayanan berlangsung.
Kemampuan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan turut menjadi perhatian agar setiap penerima manfaat memperoleh asupan yang sesuai.
Karena itu, proses pengambilan makanan oleh siswa menjadi salah satu bagian penting yang diamati selama pelaksanaan uji coba.
Wakil Bupati Jepara Monitoring Langsung Bersama Dinas Kesehatan dan BGN
Monitoring pelaksanaan MBG sistem prasmanan di SD Kanisius Kauman Jepara melibatkan sejumlah pejabat dan unsur terkait dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara.
Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar didampingi Asisten I Sekretaris Daerah Jepara serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, serta Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Jepara.
Selain itu, Camat Jepara bersama Satuan Tugas (Satgas) MBG Kecamatan turut hadir untuk memantau pelaksanaan program.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Jepara juga mendampingi kegiatan monitoring sebagai bagian dari koordinasi pelaksanaan MBG.
Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung proses pengambilan makanan, penyajian, serta pelayanan kepada siswa di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berupaya mengidentifikasi kendala maupun aspek pelaksanaan yang masih memerlukan perbaikan.
Hasil pengamatan akan digunakan sebagai bahan evaluasi sebelum sistem prasmanan diterapkan di sekolah lainnya.
Sembilan Sekolah Jadi Sasaran Awal MBG Prasmanan di Jepara
Pemerintah Kabupaten Jepara merencanakan penerapan program MBG dengan sistem prasmanan di sembilan sekolah sebagai sasaran awal.
Namun, hingga Kamis (8/10), pelaksanaan uji coba baru dilakukan di SD Kanisius Kauman Jepara.
Ibnu Hajar menilai tahap uji coba diperlukan untuk memastikan sistem pelayanan baru dapat diterapkan secara efektif sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.
Menurutnya, setiap satuan pendidikan memiliki kondisi sarana, jumlah siswa, serta kebutuhan pelayanan makanan yang berbeda.
Karena itu, penerapan sistem prasmanan perlu mempertimbangkan kesiapan sekolah agar proses pelayanan tetap berjalan dengan baik.
Pemerintah Kabupaten Jepara akan menjadikan hasil monitoring dan evaluasi di SD Kanisius Kauman sebagai dasar penyempurnaan sistem penyajian.
Evaluasi tersebut mencakup kecukupan gizi, kebersihan, keamanan pangan, ketertiban siswa, serta kemampuan penerima manfaat mengambil makanan sesuai kebutuhan.
Hasil evaluasi juga akan menjadi bahan pertimbangan sebelum pola prasmanan diperluas ke delapan sekolah lainnya yang masuk dalam rencana sasaran awal.
Dengan demikian, penerapan MBG sistem prasmanan di Kabupaten Jepara masih berada pada tahap uji coba terbatas dan belum diberlakukan secara menyeluruh.
Pemerintah daerah berupaya memastikan pola penyajian baru tersebut dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi siswa tanpa mengabaikan kebersihan, keamanan pangan, serta ketertiban selama proses pelayanan makanan.
- Penulis :
- Arian Mesa




