
Pantau - Menteri Pertahanan Iran Mehrdad Akhlaghi Ketabchi menyatakan negaranya tengah mempercepat penguatan kemampuan tempur angkatan bersenjata agar mampu memberikan respons terhadap ancaman dan serangan tanpa dibatasi wilayah geografis.
Pernyataan tersebut disampaikan Akhlaghi kepada wartawan pada Minggu (1/11/2026), di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) serta berlanjutnya upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.
Akhlaghi menegaskan bahwa penguatan militer dilakukan berdasarkan arahan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
"Kami dengan cepat meningkatkan kemampuan tempur angkatan bersenjata kami agar mampu merespons tanpa batasan geografis," katanya.
Iran Percepat Penguatan Kemampuan Tempur Angkatan Bersenjata
Akhlaghi menjelaskan bahwa Iran terus meningkatkan kemampuan tempur cerdas angkatan bersenjatanya untuk menghadapi berbagai potensi ancaman.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan secara tegas sebagai bagian dari penguatan kesiapan pertahanan nasional.
Ia menekankan bahwa Iran tidak akan menghentikan pengembangan kemampuan militernya meskipun menghadapi tekanan dari negara lain.
Iran juga menyatakan kesiapan untuk memberikan respons terhadap setiap serangan yang ditujukan kepada negaranya.
Iran "tidak akan lengah, kami juga tidak akan dihentikan, dan segala jenis serangan akan mendapat respons yang tepat, tegas, dan efektif," tambah Akhlaghi.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap pemerintah Iran dalam mempertahankan kemampuan militernya di tengah situasi keamanan kawasan yang belum stabil.
Iran Tegaskan Kemandirian Teknologi dan Pertahanan
Selain memperkuat kemampuan tempur, Akhlaghi menyoroti pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pertahanan Iran.
Ia menyatakan negaranya tidak akan menghentikan kemajuan teknologi akibat tekanan maupun ancaman dari pihak luar.
Akhlaghi menegaskan Iran "tidak akan terkejut dengan ancaman, terhenti karena tekanan, atau bergantung pada kemauan negara lain dalam mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi."
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pertahanan Iran juga mencakup upaya meningkatkan kemampuan teknologi dalam negeri.
Pemerintah Iran menempatkan pengembangan kemampuan militer dan teknologi sebagai bagian dari langkah menghadapi tantangan keamanan.
Qatar dan Pakistan Lanjutkan Mediasi Iran dengan Amerika Serikat
Pernyataan Menteri Pertahanan Iran muncul ketika Qatar dan Pakistan kembali melanjutkan upaya mediasi antara Washington dan Teheran.
Kedua negara berupaya menghidupkan kembali perundingan untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Upaya tersebut berlangsung di tengah laporan adanya kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung yang diselenggarakan di Doha, Qatar.
Perundingan diarahkan untuk mencapai kesepahaman mengenai sejumlah persoalan yang menjadi sumber ketegangan kedua negara.
Agenda pembahasan mencakup program nuklir Iran, kemungkinan keringanan sanksi, serta pengaturan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian utama dalam pembicaraan karena ketegangan keamanan dan navigasi di kawasan tersebut masih berlangsung.
Ketegangan Timur Tengah Berlanjut Sejak Serangan Februari
Situasi keamanan Timur Tengah masih diwarnai ketegangan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut memicu tindakan pembalasan Iran di kawasan Timur Tengah.
Sejak saat itu, hubungan antara Washington dan Teheran terus menghadapi tekanan meskipun sejumlah upaya diplomatik telah dilakukan.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menandatangani sebuah memorandum pada Juni 2026.
Namun, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya mengakhiri perselisihan terkait pengaturan keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.
Upaya mediasi Qatar dan Pakistan kini menjadi bagian dari langkah diplomatik untuk mempertemukan kepentingan kedua negara.
Di tengah proses tersebut, Iran tetap menegaskan komitmennya memperkuat kemampuan pertahanan dan kesiapan angkatan bersenjata menghadapi kemungkinan serangan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




