HOME  ⁄  Geopolitik

PM Anwar Ibrahim Waspadai Intelijen Asing Termasuk Israel, Malaysia Perkuat Keamanan Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PM Anwar Ibrahim Waspadai Intelijen Asing Termasuk Israel, Malaysia Perkuat Keamanan Nasional
Foto: (Sumber :Tangkapan layar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan penjelasan di Parlemen Malaysia, Selasa (3/11/2026). (ANTARA/HO-YouTube Parlimen Malaysia).)

Pantau - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memperingatkan bahwa aktivitas badan intelijen asing, termasuk Israel, di negara-negara tetangga berpotensi mengancam keamanan nasional Malaysia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Anwar menyampaikan peringatan tersebut dalam sidang Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Selasa (3/11/2026), saat menjelaskan langkah pemerintah menghadapi berbagai ancaman keamanan.

Menurutnya, pemerintah Malaysia terus memantau aktivitas intelijen asing, ancaman serangan siber, serta perkembangan konflik internasional yang berpotensi berdampak terhadap stabilitas negara.

“Ancaman juga mencakup sejumlah badan intelijen asing, termasuk Israel yang beroperasi di negara-negara tetangga serta permukiman Israel di Phuket dan Thailand selatan, yang kemudian dipandang oleh badan intelijen kita sebagai potensi ancaman bagi negara,” kata Anwar.

Malaysia Waspadai Aktivitas Intelijen Asing dan Konflik Global

Anwar mengatakan pemerintah Malaysia tengah mengkaji berbagai ancaman yang muncul akibat perubahan situasi geopolitik internasional.

Salah satu perhatian pemerintah adalah potensi dampak konflik di kawasan Timur Tengah, terutama serangan terhadap Iran, terhadap keamanan global.

Malaysia juga mengkaji kemungkinan penggunaan senjata nuklir akibat meningkatnya ketegangan dan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan tersebut.

Selain persoalan Timur Tengah, pemerintah turut mencermati perkembangan politik di Eropa yang berpotensi memengaruhi sistem administrasi nasional Malaysia.

Anwar menegaskan bahwa ancaman keamanan saat ini tidak hanya berbentuk serangan militer, tetapi juga mencakup gangguan terhadap sistem digital dan infrastruktur pemerintahan.

Dewan Keamanan Nasional Malaysia Gelar Pertemuan Khusus

Dewan Keamanan Nasional Malaysia telah menggelar pertemuan khusus pada Senin (2/11/2026) untuk membahas perkembangan ancaman keamanan internasional.

Pertemuan tersebut mengkaji dampak serangan hibrida, digital, dan siber yang terjadi di berbagai negara.

Pemerintah Malaysia juga mempelajari langkah kesiapsiagaan yang diterapkan sejumlah negara, termasuk Uni Eropa, Kanada, dan Jepang.

Anwar menyebut sejumlah negara telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar menyiapkan persediaan makanan untuk kebutuhan tiga hingga 10 hari.

Langkah tersebut berkaitan dengan upaya mengantisipasi gangguan akibat krisis global, termasuk serangan siber yang dapat melumpuhkan layanan publik.

Anwar Soroti Serangan Siber di Eropa, Amerika, dan Jepang

Anwar memaparkan sejumlah contoh serangan siber internasional yang menurutnya menunjukkan besarnya risiko terhadap keamanan dan pelayanan pemerintahan.

Di Belgia, serangan siber disebut telah memaksa Kementerian Keuangan menutup sepenuhnya portal pajak nasional.

Sementara itu, peretasan pusat data kependudukan di Denmark dilaporkan membahayakan catatan identitas pribadi hampir sembilan juta orang.

Di Amerika Serikat, sistem pengarsipan komisi pemilihan federal disebut mengalami gangguan selama 41 jam menjelang pemilihan anggota Senat.

Adapun di Jepang, serangan terhadap jaringan pemerintah dilaporkan menyebabkan kebocoran catatan pribadi lebih dari 100 ribu petugas kepolisian.

Gangguan tersebut disebut turut memengaruhi pelaksanaan tugas kepolisian di sejumlah distrik.

“Ini baru sebagian. Kami masih memantau perkembangan lain, termasuk ketegangan konflik di Timur Tengah, perkembangan di Yaman dan Laut Merah, serta ancaman keamanan di Eropa. Semua itu menunjukkan bahwa krisis di luar negeri juga dapat memengaruhi keamanan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kepentingan nasional,” kata Anwar.

Malaysia Siapkan Koordinasi Lintas Lembaga dan Sektor Keuangan

Anwar menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara kementerian, lembaga pemerintah, dan aparat keamanan untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

Menurutnya, pertemuan Dewan Keamanan Nasional menjadi langkah penting untuk mengevaluasi mekanisme perlindungan negara dan meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah.

Ia juga mengungkapkan rencana pertemuan lanjutan yang melibatkan berbagai kementerian dan instansi terkait.

Pembahasan tersebut akan mencakup koordinasi dengan bank sentral Malaysia serta seluruh lembaga keuangan.

Pemerintah Malaysia turut mempertimbangkan pendekatan kesiapsiagaan yang diterapkan Uni Eropa dengan melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Anwar menilai langkah bersama tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kepentingan nasional Malaysia di tengah ketidakpastian situasi global.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026