HOME  ⁄  Geopolitik

Kepolisian Montreal Pecat Tujuh Pegawai Terkait Dugaan Rasisme, Penyelidikan Pidana Masih Berlangsung

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kepolisian Montreal Pecat Tujuh Pegawai Terkait Dugaan Rasisme, Penyelidikan Pidana Masih Berlangsung
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas kepolisian Toronto mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian penembakan Konsulat Amerika Serikat oleh orang tidak dikenal di Toronto, Kanada. ANTARA FOTO/Xinhua/Li Haitao/bar.)

Pantau - Kepolisian Montreal, Kanada, memecat tujuh pegawai setelah penyelidikan disipliner internal menemukan dugaan perilaku rasis dan diskriminatif yang mencoreng institusi kepolisian.

Kepala Kepolisian Montreal, Fady Dagher, mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers sebagaimana dilaporkan CBC News pada Senin (2/11/2026).

Dari tujuh pegawai yang diberhentikan, dua orang berasal dari Kantor Polisi 21 dan lima lainnya bertugas di Kantor Polisi 39.

Dagher menegaskan bahwa kepolisian tidak akan menoleransi tindakan diskriminatif yang dilakukan anggotanya.

"Kami tidak akan menerima tindakan yang mencoreng institusi," kata Dagher.

Meski sanksi pemecatan telah dijatuhkan, penyelidikan pidana terhadap dugaan pelanggaran tersebut masih berlangsung.

Skandal Rasisme Libatkan Polisi di Montreal-Nord

Kantor Polisi 39 yang berada di distrik Montreal-Nord menjadi pusat perhatian sejak munculnya dugaan tindakan rasisme pada Juni 2026.

Saat itu, Dagher mengungkapkan bahwa sebanyak 16 polisi sedang diselidiki atas dugaan tindakan bernuansa kebencian terhadap warga kulit hitam dan Arab.

Dugaan pelanggaran tersebut terjadi dalam kegiatan pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian.

Sementara itu, Kantor Polisi 21 yang mencakup sebagian wilayah pusat Montreal juga menghadapi sejumlah tuduhan pelanggaran.

Pada Oktober 2026, Menteri Keamanan Dalam Negeri Quebec memerintahkan dua penyelidikan terhadap seorang polisi yang dituduh mengencingi seorang tunawisma saat mengenakan seragam dinas.

Seorang polisi lainnya dari kantor yang sama juga dikenai skorsing karena diduga melakukan tindakan penghinaan terhadap warga dari kelompok rasial tertentu.

Kepala Polisi Akui Kepercayaan Publik Melemah

Dagher mengakui bahwa berbagai dugaan pelanggaran yang melibatkan anggotanya telah berdampak terhadap kepercayaan masyarakat.

Ia menyebut kepercayaan publik terhadap Kepolisian Montreal telah "sangat melemah" akibat sejumlah kasus yang mencuat.

Meski demikian, Dagher menyatakan keyakinannya bahwa kepercayaan masyarakat masih dapat dipulihkan melalui pembenahan internal.

Menanggapi pertanyaan mengenai lamanya proses pemecatan, Dagher menjelaskan bahwa penyidik membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti.

Menurutnya, penyelidikan juga dilakukan untuk memastikan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam dugaan pelanggaran tersebut.

Dagher menegaskan pentingnya menjalankan proses hukum secara benar karena "kita hidup berdasarkan supremasi hukum."

Ia juga mengakui bahwa para korban telah "menunggu terlalu lama" untuk mendapatkan tindak lanjut atas laporan mereka.

Kepolisian Montreal Rombak Sistem Pengawasan Internal

Sebagai respons terhadap sejumlah kasus tersebut, Kepolisian Montreal melakukan perubahan pada prosedur perekrutan, pelatihan, dan promosi personel.

Pembenahan juga mencakup mekanisme penyelidikan internal agar dugaan pelanggaran dapat ditangani secara lebih efektif.

Kepolisian turut memperkenalkan perangkat yang memungkinkan anggota melaporkan rekan kerja mereka apabila menemukan dugaan pelanggaran.

Dagher berjanji akan bertindak "tanpa ampun" terhadap sekitar satu persen anggota kepolisian yang menurutnya sengaja mencoreng nama baik institusi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memperbaiki pengawasan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Penyelidikan Pidana Berlanjut, Kejaksaan Tentukan Dakwaan

Dagher menjelaskan bahwa proses disipliner internal berbeda dengan penyelidikan pidana yang saat ini masih berjalan.

Keputusan mengenai kemungkinan pengajuan dakwaan terhadap pihak yang terlibat sepenuhnya berada di tangan jaksa penuntut.

Secara terpisah, kantor kejaksaan Quebec juga dilaporkan menyelidiki seorang polisi yang dituduh menghapus bukti dari telepon korban kekerasan dalam rumah tangga pada 2025.

Informasi mengenai penyelidikan tersebut dilaporkan Radio-Canada berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui perkara.

Dagher menyatakan pengumuman lanjutan terkait penanganan berbagai kasus tersebut diperkirakan disampaikan dalam beberapa pekan mendatang.

Kepolisian Montreal juga berencana merilis informasi tambahan mengenai perkembangan penyelidikan sepanjang November 2026.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026