HOME  ⁄  Geopolitik

Garda Revolusi Iran Tuduh AS Tingkatkan Aktivitas Intelijen, Militer Iran Klaim Cegat Drone MQ-1

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Garda Revolusi Iran Tuduh AS Tingkatkan Aktivitas Intelijen, Militer Iran Klaim Cegat Drone MQ-1
Foto: (Sumber :Sebuah poster raksasa yang menampilkan Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serta Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff—dengan ekspresi tampak tertekan—dipajang di Alun-alun Enghelab (Revolusi) di Teheran, Iran, Selasa(3/11/2026). ANTARA/Anadolu-Fatemeh Bahrami/pri.)

Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh Amerika Serikat (AS) meningkatkan aktivitas intelijen dan pengintaian di sekitar wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir, di tengah ketegangan militer yang masih berlangsung antara kedua negara.

IRGC menyatakan kegiatan pengintaian tersebut diduga bertujuan mengidentifikasi sistem pertahanan udara Iran, tetapi mengklaim telah berhasil menggagalkan upaya tersebut.

"Selama beberapa hari belakangan, pihak musuh mengintensifkan kegiatan dan upaya pengintaian yang bertujuan mengidentifikasi sistem pertahanan udara negara ini," demikian pernyataan IRGC pada Rabu (4/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah militer Iran mengklaim berhasil mencegat pesawat nirawak atau drone MQ-1 di wilayah selatan negara itu.

IRGC Klaim Gagalkan Pengintaian Sistem Pertahanan Udara

IRGC menyebut peningkatan aktivitas intelijen terjadi dalam beberapa hari terakhir dengan sasaran yang diduga berkaitan dengan kemampuan pertahanan udara Iran.

Menurut pernyataan tersebut, pihak yang disebut sebagai musuh berupaya mengumpulkan informasi mengenai sistem pertahanan negara itu.

IRGC mengklaim aparat pertahanan Iran berhasil menggagalkan kegiatan pengintaian tersebut.

Pada Rabu (4/11/2026), IRGC juga mengumumkan bahwa militer Iran berhasil mencegat drone MQ-1 di kawasan selatan Iran.

Namun, keterangan yang disampaikan tidak merinci lokasi pencegatan maupun kondisi pesawat nirawak tersebut setelah operasi dilakukan.

Klaim IRGC mengenai aktivitas intelijen dan pencegatan drone tersebut belum disertai konfirmasi independen dalam laporan yang tersedia.

Trump Konfirmasi Serangan AS di Pulau Qeshm

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah melakukan serangan di Pulau Qeshm, Iran.

Dalam pernyataannya pada Selasa (3/11/2026), Trump menggambarkan operasi militer tersebut sebagai serangan berskala kecil.

Trump juga menyatakan bahwa tindakan tersebut bukan merupakan perang.

Konfirmasi tersebut muncul di tengah laporan mengenai meningkatnya aktivitas militer dan intelijen di sekitar wilayah Iran.

Sementara itu, pemerintah Iran belum memberikan komentar secara terbuka mengenai serangan-serangan yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Ketegangan AS dan Iran Berlangsung Sejak Februari 2026

Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah AS bersama Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut mencakup sejumlah lokasi, termasuk ibu kota Iran, Teheran.

Operasi militer AS dan Israel kemudian memicu tindakan balasan dari pihak Iran.

Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri permusuhan antara kedua negara.

Namun, setelah penandatanganan kesepahaman tersebut, kedua pihak dilaporkan kembali saling melancarkan serangan.

Pernyataan terbaru IRGC mengenai peningkatan aktivitas intelijen AS serta klaim pencegatan drone MQ-1 menambah rangkaian perkembangan keamanan di kawasan tersebut.

Hingga laporan ini disampaikan, belum terdapat keterangan terbuka dari Iran mengenai serangan terbaru yang telah dikonfirmasi Presiden Trump di Pulau Qeshm.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026