HOME  ⁄  Geopolitik

Gubernur California Gavin Newsom Ubah Hukuman Mati 548 Narapidana Jadi Penjara Seumur Hidup

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gubernur California Gavin Newsom Ubah Hukuman Mati 548 Narapidana Jadi Penjara Seumur Hidup
Foto: (Sumber :Arsip - Gubernur California Gavin Newsom memberikan keterangan dekat lokasi penembakan di San Jose, California, Amerika Serikat, (26/5/2021). (ANTARA/Xinhua/Li Jianguo).)

Pantau - Gubernur California, Amerika Serikat (AS), Gavin Newsom mengumumkan perubahan hukuman mati terhadap 548 narapidana menjadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, Kamis (5/11/2026), menjelang berakhirnya masa jabatannya pada Januari 2027.

Keputusan tersebut disebut sebagai pemberian grasi hukuman mati terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat, berdasarkan catatan The Death Penalty Information Center.

Newsom menegaskan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada pertimbangan moral dan prinsip keadilan yang menurutnya harus dijunjung tinggi oleh negara bagian California.

"Pembunuhan yang disahkan negara bagian tidak sesuai dengan nilai California, merongrong pondasi sistem hukum kami, dan melemahkan diri kami masing-masing," kata Newsom dalam surat terbuka kepada masyarakat California.

Gavin Newsom Ubah Hukuman Mati Menjadi Penjara Seumur Hidup

Newsom menjelaskan bahwa perubahan hukuman tersebut tidak berarti para narapidana akan dibebaskan dari penjara.

Sebaliknya, mereka tetap harus menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa kesempatan memperoleh pembebasan bersyarat.

Menurutnya, pemerintah California tidak seharusnya melaksanakan eksekusi mati karena bertentangan dengan nilai moral yang dianutnya.

Ia juga menilai pemberian grasi hanya kepada narapidana tertentu berpotensi menciptakan perlakuan berbeda terhadap keluarga korban kejahatan.

Newsom menyebut kebijakan yang hanya menyasar sebagian terpidana dapat menimbulkan "dua kelas korban berbeda".

Karena itu, ia memilih pendekatan yang lebih luas dalam mengubah hukuman mati terhadap narapidana di California.

Grasi Hukuman Mati Terbesar dalam Sejarah Amerika Serikat

Berdasarkan catatan The Death Penalty Information Center, keputusan Newsom menjadi pemberian grasi hukuman mati terbesar yang pernah dilakukan di Amerika Serikat.

Jumlah narapidana yang menerima perubahan hukuman tersebut bahkan disebut mencapai lebih dari dua kali lipat total pengampunan serupa yang diberikan di seluruh Amerika Serikat selama 50 tahun terakhir.

Meski demikian, pelaksanaan kebijakan tersebut tetap harus mengikuti ketentuan konstitusi negara bagian California.

Berdasarkan aturan yang berlaku, gubernur tidak dapat memberikan pengampunan kepada narapidana yang memiliki beberapa putusan bersalah tanpa persetujuan sedikitnya empat hakim Mahkamah Agung California.

Ketentuan tersebut menyebabkan pemberian grasi terhadap sejumlah narapidana masih memerlukan proses persetujuan pengadilan.

Selain itu, keputusan Newsom tidak menghapus ketentuan hukuman mati dari sistem hukum California.

Jaksa setempat masih memiliki kewenangan untuk menuntut hukuman mati terhadap terdakwa dalam perkara yang memenuhi ketentuan hukum.

Newsom Sudah Hentikan Eksekusi Mati Sejak 2019

Kebijakan terbaru tersebut melanjutkan langkah Newsom dalam membatasi penerapan hukuman mati di California.

Pada 2019, Newsom telah menetapkan moratorium atau penghentian sementara pelaksanaan eksekusi mati di negara bagian tersebut.

Ia juga memerintahkan pembongkaran ruang eksekusi mati di Pusat Rehabilitasi San Quentin.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kebijakannya untuk menghentikan pelaksanaan hukuman mati selama masa kepemimpinannya.

Keputusan terbaru Newsom mendapat dukungan dari koalisi keluarga korban, jaksa, mantan petugas penjara, pemimpin agama, aktivis hak asasi manusia, serta kalangan pengusaha.

Kelompok tersebut sebelumnya mendorong Newsom mengambil tindakan lebih lanjut untuk mengakhiri pelaksanaan eksekusi mati.

Namun, kebijakan pemberian grasi secara luas juga menghadapi penolakan dari Asosiasi Jaksa Wilayah California.

Organisasi tersebut menilai pengampunan dalam jumlah besar bertentangan dengan hasil referendum dan berpotensi menghambat penyelesaian perkara bagi keluarga korban kejahatan.

Gavin Newsom Akan Akhiri Jabatan pada Januari 2027

Keputusan perubahan hukuman mati tersebut diumumkan menjelang berakhirnya masa jabatan Newsom sebagai Gubernur California pada 4 Januari 2027.

Dalam pemilihan sela Amerika Serikat yang berlangsung Selasa (3/11/2026), Xavier Becerra dari Partai Demokrat terpilih sebagai gubernur California untuk menggantikan Newsom.

Becerra akan menjadi gubernur keturunan Amerika Latin pertama di California sejak 1875.

Sementara itu, pemberian pengampunan dalam jumlah besar menjelang berakhirnya masa jabatan merupakan praktik yang dikenal dalam sistem pemerintahan Amerika Serikat.

Presiden maupun gubernur memiliki kewenangan memberikan pengampunan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Meski Newsom telah mengumumkan perubahan hukuman bagi ratusan narapidana, penerapan kebijakan tersebut tetap bergantung pada persyaratan konstitusional dan proses hukum yang berlaku di California.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026