HOME  ⁄  Nasional

Pramono Anung Sebut Ring Tinju di Kolong Flyover Efektif Tekan Tawuran Jakarta Timur dari 132 Jadi Sekitar 20 Kasus

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pramono Anung Sebut Ring Tinju di Kolong Flyover Efektif Tekan Tawuran Jakarta Timur dari 132 Jadi Sekitar 20 Kasus
Foto: (Sumber :Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan keterangan setelah meresmikan fasilitas sarana olahraga ring tinju dan posko Jaga Jakarta Kampung Melayu di Kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri..)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut pemanfaatan kolong jalan layang (flyover) sebagai fasilitas olahraga, termasuk arena tinju, efektif menekan angka tawuran antarpelajar dan warga di Jakarta Timur dari 132 kasus pada 2025 menjadi sekitar 20 kasus hingga Oktober 2026.

Pramono mengatakan penurunan angka tawuran tersebut terjadi seiring pemanfaatan ruang publik sebagai tempat latihan tinju, bermain sepak bola, dan berbagai kegiatan olahraga masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya setelah meresmikan fasilitas ring tinju dan Posko Jaga Jakarta Kampung Melayu di Kolong Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).

"Sampai dengan akhir Oktober, karena fasilitas ini sudah digunakan untuk pertandingan bola, sarana berlatih tinju, termasuk yang sebelumnya saya resmikan di Pasar Rebo, di Jakarta Timur ini terjadi penurunan (tawuran), terutama di tempat ini, yang luar biasa, dari 132 menjadi kurang lebih 20-an lebih," kata Pramono.

Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu Diresmikan

Pramono meresmikan fasilitas olahraga ring tinju dan Posko Jaga Jakarta Kampung Melayu sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi menyediakan ruang aktivitas positif bagi masyarakat.

Fasilitas tersebut dibangun dengan memanfaatkan area kosong di bawah jalan layang yang sebelumnya belum dioptimalkan sebagai sarana olahraga.

Pembangunan fisik arena tinju Kampung Melayu berlangsung mulai 20 Agustus hingga 23 Oktober 2026 melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan PAM Jaya.

Sebelumnya, Pramono juga telah meresmikan fasilitas ring tinju serupa di bawah flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Menurutnya, penyediaan sarana olahraga dapat menjadi alternatif kegiatan bagi anak muda sehingga energi mereka tersalurkan melalui aktivitas yang lebih bermanfaat.

Ia menilai pemanfaatan ruang publik untuk olahraga turut berperan dalam mengurangi potensi konflik antarkelompok remaja dan warga.

Angka Tawuran Jakarta Timur Turun dari 132 Menjadi Sekitar 20 Kasus

Pramono mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 terdapat 132 kasus tawuran di kawasan Jakarta Timur.

Namun, hingga akhir Oktober 2026, jumlah kejadian tersebut menurun menjadi sekitar 20-an kasus.

Ia mengaitkan penurunan tersebut dengan tersedianya fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.

Menurut Pramono, arena tinju dan lapangan olahraga bersama memberikan kesempatan bagi remaja untuk menyalurkan energi melalui kegiatan yang terarah.

Pemanfaatan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat mengurangi aktivitas negatif yang berpotensi memicu tawuran.

Pramono ingin pendekatan serupa diterapkan di kawasan Jakarta lainnya agar semakin banyak anak muda memiliki akses terhadap fasilitas olahraga.

Pramono Minta Kolong Flyover di Jakarta Utara Dijadikan Sarana Olahraga

Melihat perkembangan di Jakarta Timur, Pramono meminta PAM Jaya turut berpartisipasi dalam pemanfaatan kolong jalan layang di wilayah Jakarta Utara.

Ia menginginkan kawasan kosong di bawah flyover dapat diubah menjadi fasilitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Fasilitas yang dapat dikembangkan antara lain arena tinju, lapangan sepak bola, hingga tempat bermain papan luncur (skateboard).

"Cari flyover yang seperti ini, kemudian dijadikan tempat untuk, apakah skateboard, apakah sarana tinju, apakah menjadi tempat untuk bermain bola, agar energi anak-anak di Jakarta ini bisa tersalurkan dengan baik," tutur Pramono.

Menurutnya, penyediaan ruang olahraga di berbagai kawasan Jakarta dapat memberikan lebih banyak pilihan kegiatan positif bagi generasi muda.

Pramono berharap pemanfaatan kolong jalan layang sebagai fasilitas publik dapat terus diperluas untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus membantu menekan angka tawuran.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026