HOME  ⁄  Geopolitik

Uni Eropa Pangkas Target Integrasi Migran hingga 75 Persen Meski Anggaran Program Naik Dua Kali Lipat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Uni Eropa Pangkas Target Integrasi Migran hingga 75 Persen Meski Anggaran Program Naik Dua Kali Lipat
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Uni Eropa. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Uni Eropa (EU) berencana memangkas target peserta program integrasi migran dari 9,7 juta menjadi 2,5 juta orang pada 2029 atau turun sekitar 75 persen, meskipun alokasi anggaran program tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat.

Penurunan target itu terungkap dalam laporan Mahkamah Auditor Eropa yang ditinjau kantor berita RIA Novosti, sebagaimana dilaporkan dari Moskow, Jumat (6/11/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, pendanaan khusus untuk integrasi migran melalui Dana Suaka, Migrasi, dan Integrasi (AMIF) meningkat dari 911 juta euro pada periode 2014–2020 menjadi 1,96 miliar euro pada periode 2021–2027.

Namun, peningkatan anggaran tersebut tidak diikuti dengan kenaikan jumlah migran yang ditargetkan mengikuti kegiatan integrasi.

Target Peserta Integrasi Migran Turun dari 9,7 Juta Menjadi 2,5 Juta

Laporan Mahkamah Auditor Eropa menunjukkan adanya perubahan besar dalam target jangkauan program integrasi migran yang didanai AMIF.

Otoritas pengelola dana memperkirakan jumlah peserta kegiatan integrasi di seluruh negara anggota Uni Eropa akan turun menjadi 2,5 juta orang pada 2029.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan target 9,7 juta peserta yang tercatat pada akhir 2022.

Secara keseluruhan, penurunan target mencapai sekitar 7,2 juta orang atau sekitar 75 persen.

Dengan perubahan tersebut, jumlah peserta yang ditargetkan pada 2029 menjadi sekitar seperempat dari target sebelumnya.

Laporan yang dikutip tidak merinci alasan penurunan target peserta tersebut.

Anggaran Integrasi Migran Naik Menjadi Rp39,8 Triliun

Di tengah penurunan target peserta, Uni Eropa justru meningkatkan alokasi pendanaan untuk program integrasi migran.

Pada periode 2014–2020, anggaran AMIF yang secara khusus dialokasikan untuk integrasi tercatat sebesar 911 juta euro atau sekitar Rp18,5 triliun.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 1,96 miliar euro atau sekitar Rp39,8 triliun untuk periode 2021–2027.

Dengan demikian, alokasi anggaran meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Perbedaan antara kenaikan anggaran dan penurunan target peserta menjadi salah satu temuan yang disoroti dalam laporan tersebut.

Meski demikian, angka pendanaan dan target peserta tersebut berasal dari periode yang berbeda sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk menghitung biaya aktual per peserta.

Program Diperkirakan Hanya Menjangkau 8 Persen Migran Non-Uni Eropa

Data Eurostat menunjukkan sekitar 30,6 juta warga negara di luar Uni Eropa tinggal di kawasan tersebut per 1 Januari 2025.

Jumlah itu menjadi gambaran besarnya populasi warga negara non-Uni Eropa yang menetap di negara-negara anggota.

Jika dibandingkan dengan target 2,5 juta peserta pada 2029, program integrasi yang didanai AMIF diperkirakan hanya menjangkau sekitar 8 persen dari populasi tersebut.

Perbandingan itu menunjukkan bahwa target program masih jauh lebih kecil dibandingkan jumlah warga negara non-Uni Eropa yang tinggal di kawasan tersebut.

Namun, angka tersebut merupakan perbandingan antara target peserta pada 2029 dan data populasi pada awal 2025, bukan hasil akhir pelaksanaan program.

Putin Soroti Tantangan Integrasi Migran di Eropa

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyoroti persoalan integrasi migran di negara-negara Eropa.

Pada 25 Oktober 2026, Putin menyatakan bahwa negara-negara Eropa tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk mengintegrasikan jumlah migran dan anak-anak mereka yang terus bertambah.

Menurut Putin, proses integrasi membutuhkan dukungan pendidikan bagi migran.

Ia juga menilai pengenalan terhadap adat istiadat dan tradisi masyarakat setempat merupakan bagian penting dalam proses tersebut.

Pernyataan Putin tersebut merupakan pandangannya mengenai tantangan integrasi migran di Eropa.

Sementara itu, laporan Mahkamah Auditor Eropa menyoroti perubahan target peserta dan alokasi anggaran program integrasi yang dikelola melalui AMIF.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026