HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Berduka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI dalam Kecelakaan Helikopter Pemadam Karhutla di Kalimantan Tengah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Berduka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI dalam Kecelakaan Helikopter Pemadam Karhutla di Kalimantan Tengah
Foto: (Sumber :Keluarga menabur bunga saat pemakaman jenazah Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr.)

Pantau - Pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya relawan dan petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk tiga prajurit TNI Angkatan Darat yang meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter Mi-17V5 saat menjalankan misi pemadaman di Kalimantan Tengah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita tersebut seusai rapat bersama DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Prasetyo mengatakan pemerintah memberikan perhatian terhadap seluruh pihak yang bekerja dalam operasi penanggulangan karhutla, baik dari unsur relawan, instansi pemerintah, maupun personel TNI.

“Kita ingin menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya kepada saudara-saudara kita yang bekerja keras, baik relawan, unsur pemerintah, dan terakhir tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” kata Prasetyo.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17V5

Kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat terjadi di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Helikopter tersebut sedang menjalankan operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui pemadaman dari udara atau water bombing.

Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Ketiga prajurit yang gugur adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.

Mereka merupakan bagian dari personel yang menjalankan tugas penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

Pemerintah menyampaikan penghormatan atas pengabdian para prajurit yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas tersebut.

Presiden Prabowo Minta Perhatian Penuh bagi Petugas Karhutla

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada jajaran pemerintah terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Presiden meminta pemerintah memberikan perhatian penuh kepada seluruh pihak yang menghadapi risiko keselamatan selama menjalankan tugas pemadaman.

Arahan tersebut mencakup petugas dari unsur pemerintah, relawan, dan personel yang terlibat langsung dalam operasi penanggulangan karhutla di berbagai daerah.

Menurut Prasetyo, tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan memiliki risiko besar bagi keselamatan para petugas.

Pemerintah karena itu menaruh perhatian terhadap mereka yang bekerja di lapangan, termasuk keluarga petugas yang meninggal dunia dalam pelaksanaan tugas.

Pemerintah Ajak Masyarakat Doakan Korban dan Keluarga

Selain menyampaikan belasungkawa, Prasetyo mengajak masyarakat mendoakan para petugas yang gugur dalam operasi penanganan karhutla.

Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Mari kita memanjatkan doa supaya saudara-saudara kita diterima oleh Allah Swt. dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ucapnya.

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada keluarga korban kecelakaan helikopter TNI AD di Kalimantan Tengah.

Prajurit yang Gugur Dimakamkan dengan Penghormatan Militer

Salah satu prajurit yang gugur, Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).

Prosesi pemakaman dihadiri keluarga yang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Sementara itu, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Giri Tunggal, Semarang, Jawa Tengah, pada hari yang sama.

Kecelakaan helikopter tersebut menjadi salah satu peristiwa yang mendapat perhatian pemerintah dalam pelaksanaan operasi penanggulangan karhutla.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian kepada para petugas yang menjalankan tugas berisiko dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026