Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hiburan

Robert De Niro Gagal di Bioskop tapi Sukses di HBO Max Lewat Film Gangster Terbarunya

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Robert De Niro Gagal di Bioskop tapi Sukses di HBO Max Lewat Film Gangster Terbarunya
Foto: Robert De Niro (sumber: FlixPatrol/SR)

Pantau - Aktor legendaris Robert De Niro kembali membintangi film gangster berjudul The Alto Knights, namun film tersebut gagal di box office dengan hanya meraup pendapatan sekitar $9,6 juta dari anggaran produksi sebesar $50 juta.

Karier Panjang De Niro dan Cinta terhadap Genre Gangster

Robert De Niro memulai kariernya di dunia perfilman sejak tahun 1963 dan mendapat peran pertamanya dalam film komedi Greetings pada tahun 1968.

Namanya mulai dikenal luas lewat film-film seperti The Gang That Couldn't Shoot Straight (1971), The Godfather Part II (1974), Taxi Driver (1975), dan The Deer Hunter (1978).

De Niro memenangkan dua penghargaan Oscar, yaitu untuk perannya dalam The Godfather Part II dan Raging Bull (1981), serta mengantongi tujuh nominasi Oscar lainnya sepanjang kariernya.

Meskipun sempat menjajal genre komedi lewat film seperti The King of Comedy (1984), De Niro lebih dikenal sebagai aktor film-film gangster.

Dalam The Alto Knights, De Niro memerankan dua karakter sekaligus: Vito Genovese dan Frank Costello, dua bos kriminal yang bersaing memperebutkan kekuasaan di New York City pada era 1950-an.

Film ini diangkat dari kisah nyata dan menggambarkan pertarungan sengit antara dua gembong kejahatan dalam menghadapi kelompok kriminal lain serta tekanan hukum.

Gagal di Bioskop, Justru Meledak di Platform Streaming

Meski tidak berhasil menarik penonton ke bioskop, The Alto Knights justru sukses besar di platform streaming HBO Max.

Menurut laporan dari FlixPatrol, film ini menjadi film paling banyak ditonton di HBO dan menempati posisi kedua konten terpopuler di platform tersebut, hanya kalah dari serial And Just Like That....

Film ini bahkan melampaui popularitas beberapa judul besar seperti How To Train Your Dragon 2 (2014), The Last of Us, Rick and Morty, dan The Wild Robot (2024).

Kesuksesan film ini di streaming membuktikan bahwa standar kesuksesan dalam industri film telah berubah secara drastis.

"Streaming mengubah cara kita menilai keberhasilan film. Dulu box office adalah segalanya, sekarang film bisa sukses lewat platform digital," ungkap salah satu analis industri film.

Keberhasilan The Alto Knights menandai pergeseran penting, di mana film yang tidak memiliki daya tarik kuat untuk penonton bioskop masih bisa menemukan audiens besar melalui layanan streaming seperti HBO Max.

Berbeda dengan film seperti Oppenheimer dan Barbie yang sukses berkat momentum perilisan bersamaan, The Alto Knights tidak mendapat perhatian besar di layar lebar.

Namun, platform streaming membuat film ini tetap relevan dan bisa dinikmati jutaan penonton tanpa harus keluar rumah.

"Penonton kini cukup menunggu film tayang di HBO, Peacock, atau platform lainnya tanpa harus ke bioskop," ujar seorang pengguna media sosial, yang mengaku menonton film tersebut di rumah.

The Alto Knights menjadi contoh nyata bagaimana distribusi digital mengubah lanskap industri perfilman modern.

Penulis :
Shila Glorya