
Pantau - Aktor legendaris Morgan Freeman menuduh teknologi kecerdasan buatan (AI) telah melanggar hak kekayaan intelektualnya dengan mengkloning suaranya tanpa izin, dan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk perampokan terhadap hak profesional aktor.
Suara Freeman Digunakan Tanpa Otorisasi
Freeman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin untuk penggunaan atau replikasi vokalnya dalam bentuk apapun oleh sistem AI.
Ia menyatakan bahwa suara adalah bagian penting dari profesinya, termasuk dalam proyek dokumenter seperti March of the Penguins, dan penggunaannya tanpa otorisasi merugikan secara finansial.
Ia mengungkapkan bahwa tim hukumnya saat ini tengah menangani sejumlah kasus replikasi suara ilegal yang dideteksi dilakukan dengan teknologi kecerdasan buatan.
Meski demikian, Freeman tidak menyebutkan secara rinci platform atau entitas yang telah menggunakan suara hasil kloning tersebut.
Kritik Terhadap Aktor AI dan Dampaknya bagi Industri
Selain menyoroti isu kloning suara, Freeman juga mengkritik keberadaan aktor AI bernama Tilly Norwood, yang menurutnya bukan sosok nyata dan hanya merampas ruang kerja aktor manusia.
Ia menilai bahwa karakter AI tidak memiliki pengalaman dan emosi manusia sehingga tidak layak menggantikan aktor dalam industri film dan televisi.
Tilly Norwood merupakan karakter virtual berbasis AI yang dikembangkan oleh aktor dan komedian Eline Van der Velde melalui perusahaan Particle6, dan diperkenalkan sebagai aktor AI pertama pada September 2025.
Namun, kehadiran Tilly menuai penolakan dari sejumlah aktor dan serikat pekerja SAG-AFTRA, yang menilai karakter tersebut menggunakan karya dan data aktor profesional tanpa persetujuan.
Serikat menyatakan bahwa penonton tidak menginginkan konten buatan komputer yang tidak mencerminkan pengalaman manusia secara autentik.
Menanggapi kritik tersebut, Eline Van der Velde menyatakan bahwa Tilly Norwood bukanlah pengganti manusia, melainkan sebuah karya seni dan alat kreatif layaknya animasi, boneka, atau teknologi computer-generated imagery (CGI).
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf








