
Pantau - Perusahaan teknologi internasional ABB menilai peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia merupakan investasi utama dalam pengembangan teknologi otomatisasi bagi industri dan transisi energi hijau.
Vice President Divisi Energy Industries ABB untuk Asia Tenggara Abhinav Harikumar menyampaikan bahwa investasi perusahaan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik tetapi juga pada penguatan kualitas tenaga kerja.
“Terkait dengan otomatisasi, investasi yang ditanamkan oleh ABB antara lain pada SDM. Tentunya dengan harapan agar dapat meningkatkan kualitas layanan yang disediakan bagi para pelaku industri,” kata Abhinav Harikumar di Jakarta, Rabu malam.
Pengembangan kompetensi sumber daya manusia dinilai tidak lepas dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan termasuk pelaku industri di bidang teknologi otomatisasi dan transisi energi di Indonesia.
“Kita sangat terbuka untuk kolaborasi dengan pemain industri. Karena pada akhirnya, jika kita bicara tentang otomatisasi atau transisi energi, kita tidak bisa bekerja sendirian. Ini harus dilakukan oleh semua pemain industri,” ujar dia.
Harikumar menilai bentuk investasi saat ini semakin luas dan tidak hanya melalui pendirian pabrik atau fasilitas perusahaan.
“Investasi, tentu ada berbagai macam wujud dari investasi tersebut. Seperti misalnya pendirian pabrik dan lainnya. Untuk ABB sendiri, kami kebetulan sudah punya usaha patungan atau joint venture. Kami juga melibatkan pabrik yang sudah saat ini memproduksi berbagai peralatan, tapi memang bukan berfokus pada otomatisasi,” jelasnya.
Selain investasi fisik perusahaan juga perlu memperhatikan perlindungan keamanan data dalam pengembangan teknologi otomatisasi yang menjadi komponen fundamental sebuah proyek.
“Ini juga (melalui) meningkatkan perlindungan keamanan, dan juga modernisasi infrastruktur pun akan turut membantu mengelola risiko investasi,” kata dia.
Harikumar kembali menekankan pentingnya kolaborasi lintas industri dan pemangku kepentingan dalam investasi serta strategi mitigasi risiko bisnis.
“Tentunya strategi mitigasi ini tidak akan bisa dijalankan oleh satu pihak saja. Dalam hal ini, ABB misalnya dapat menyediakan teknologi global untuk pasar lokal seperti Indonesia. Dan pada saat yang sama, ABB juga akan menjalin kerja sama dengan akademisi, pemerintah, dan sebagainya,” ujar Harikumar.
- Penulis :
- Aditya Yohan








