
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga menyoroti kontribusi pelaut perempuan dalam menjaga distribusi energi nasional hingga lintasan internasional pada momentum Hari Kartini yang diperingati Selasa di Lembang, Jawa Barat.
Peran Pelaut Perempuan di Sektor Energi
Salah satu pelaut perempuan Pertamina, Noor Faridah, mengungkapkan tanggung jawab besar yang diemban dalam setiap pelayaran untuk memastikan energi sampai ke masyarakat.
"Setiap pelayaran membawa tanggung jawab besar, karena kami tahu energi yang kami bawa akan sampai ke masyarakat. Jauh dari keluarga menjadi bagian dari perjalanan ini, namun itu juga yang menguatkan saya untuk selalu menjalankan tugas dengan sebaik mungkin," ujarnya.
Noor yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade kini menjabat sebagai mualim II dan telah mengoperasikan berbagai jenis kapal, mulai dari crude hingga kapal gas di rute internasional seperti Selat Hormuz hingga wilayah Irak.
Menurutnya, laut bukan sekadar tempat bekerja, tetapi juga ruang yang membentuk ketahanan dan rasa tanggung jawab.
Tantangan dan Semangat Kartini Masa Kini
Kisah lain datang dari pelaut muda Roro Anka Nurasti yang saat ini bertugas sebagai 3rd officer setelah memulai karier dari posisi mualim IV.
Ia menilai profesi pelaut perempuan membutuhkan keberanian untuk menembus batas di sektor yang masih didominasi laki-laki.
"Menjadi pelaut perempuan bukan hanya soal pekerjaan, tetapi tentang keberanian untuk memilih jalan yang mungkin tidak mudah. Ini adalah ruang untuk membawa mimpi, sekaligus membuktikan bahwa perempuan juga mampu berdiri dan berkontribusi di bidang ini," ujarnya.
Ia mengakui tantangan terbesar bukan hanya dari pekerjaan, tetapi juga membangun kepercayaan di lingkungan kerja.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru membentuk dirinya menjadi lebih kuat dan percaya diri dalam menjalankan tugas.
Kehadiran pelaut perempuan dinilai menjadi bukti bahwa perempuan memiliki ruang semakin luas untuk berkontribusi, termasuk dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Momentum Hari Kartini pun menjadi pengingat bahwa peran perempuan Indonesia terus berkembang, tidak hanya di darat tetapi juga di laut sebagai garda depan distribusi energi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








