
Pantau - Indonesia–France Film Lab kembali digelar dalam JAFF Market 2025 di Jogja Expo Center, sebagai upaya pengembangan sineas Indonesia melalui kolaborasi internasional dan pendekatan Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Acara ini menjadi bagian dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), dan berperan sebagai ruang pertemuan ekosistem perfilman: tempat bertemunya ide, mitra, produser, investor, dan lembaga pendukung dari dalam dan luar negeri.
"JAFF Market berfungsi sebagai ruang perjumpaan ekosistem, tempat ide menemukan mitra, tempat cerita menemukan rumah, dan tempat sineas menemukan jalan baru untuk berkembang," ungkap Direktur JAFF Market, Linda Gozali.
Kolaborasi Indonesia–Prancis, Fokus pada Kualitas Talenta
Tahun 2025 menjadi edisi kedua Indonesia–France Film Lab, dan pertama kalinya berkolaborasi dengan MTN Lab, yang mengusung fokus pada peningkatan kualitas hubungan profesional di balik layar.
Direktur Jenderal Pengembangan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan bahwa pengembangan tidak lagi semata soal kuantitas produksi, melainkan juga koneksi kerja kreatif antartalenta perfilman.
Kolaborasi ini didukung oleh komunitas film Prancis termasuk Centre national du cinéma et de l’image animée (CNC), serta mentor dari institusi seni La Fémis.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, menambahkan, "Presiden Prancis dan Presiden Indonesia telah menyepakati kebudayaan dan pertukaran antarmasyarakat sebagai inti hubungan bilateral. Industri film Indonesia sangat kreatif, dinamis, dan dipenuhi talenta membuka banyak peluang kerja sama."
Enam Proyek Terpilih, Ratusan Talenta Lahir Sepanjang 2025
Enam proyek film yang terpilih mengikuti Film Lab tahun ini adalah:
A Mother’s Niqab
The Boy with His Mother’s Statue
The First Journey of Grief
The Heirlooms
The Last Dance
What to Wear for My Own Funeral
Sebanyak 33 peserta mengikuti program ini, terdiri dari 13 peserta inti (penulis, sutradara, produser), dan 20 peserta tambahan (intake).
Selama enam bulan, mereka mengikuti materi pendalaman berupa pengembangan naskah, ko-produksi, strategi festival internasional, dan pendanaan, dibimbing langsung oleh para mentor profesional dari La Fémis.
Sepanjang 2025, industri film Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan:
85 sineas tampil di enam festival internasional
27 film Indonesia masuk nominasi festival dunia
Lima film memenangkan penghargaan internasional
Empat sineas jadi juri di lima festival bergengsi
Lebih dari 1.200 talenta baru lahir melalui MTN bidang film
18 di antaranya mendapat pengakuan di Busan, Berlin, Singapura, Hong Kong, dan Rotterdam
Linda Gozali menyebut JAFF Market sebagai "platform investasi masa depan yang dapat diandalkan" dan jembatan menuju industri film global.
- Penulis :
- Gerry Eka







