
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akan menggelar Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi pada Minggu 8 Maret 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, sebagai bentuk ruang ekspresi bagi seluruh keyakinan di ibu kota.
Pramono mengatakan, "Memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini,".
Untuk pertama kalinya Bundaran HI akan dipasang penjor sebagai bagian dari rangkaian perayaan Nyepi yang melambangkan rasa syukur atas kesejahteraan dan kemakmuran.
Ia mengatakan, "Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita,".
Pawai dijadwalkan berlangsung pukul 06.30 hingga 09.00 WIB dengan rute dari Pintu Barat Daya Monas menyusuri Jalan MH Thamrin dan kembali ke titik awal.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Suharini Eliawati menyampaikan panitia menyiapkan empat klaster kegiatan yakni keagamaan, sosial kemasyarakatan, festival budaya, dan pendidikan.
Kegiatan keagamaan meliputi Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi, dan Ngembak Geni yang digelar di sejumlah wilayah Jakarta.
Upacara Melasti akan dilaksanakan pada 15 Maret 2026 di Pura Segara Jakarta Utara, sedangkan Tawur Agung Kesanga digelar 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun.
Selain itu panitia menggelar bakti sosial, donor darah, pengobatan gratis, seminar literasi keuangan, pengembangan UMKM, serta parade ogoh-ogoh dan Dharma Santi.
Seluruh rangkaian kegiatan bertujuan mendukung citra Jakarta sebagai kota yang toleran dan berbudaya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







