
Pantau - Ariana Grande, penyanyi, penulis lagu, sekaligus aktris, membagikan refleksi mendalam tentang perjalanan karier aktingnya yang kerap mendapat komentar miring, terutama sejak keterlibatannya dalam film Wicked (2024) dan sekuelnya Wicked: For Good.
Dalam wawancaranya yang dikutip Variety pada Jumat, 9 Januari 2026, Ariana mengakui bahwa publik kerap meragukan keseriusan seseorang ketika berpindah bidang, seolah popularitas di satu bidang justru menggerus kredibilitas di bidang lain.
"Aku belajar sangat cepat bahwa aku harus menutupinya. Banyak kebisingan yang mengatakan aku tak akan sanggup, atau bukan pilihan yang tepat," ungkapnya.
Fokus pada Karakter dan Proses, Bukan Opini Publik
Ariana menanggapi keraguan itu dengan membangun jarak antara dirinya dan hiruk-pikuk eksternal. Ia memilih untuk memusatkan seluruh energi pada karakter yang ia perankan dan proses syuting yang menuntut fisik dan emosi secara intens.
"Tapi aku punya pekerjaan yang harus dilakukan, pekerjaan yang sangat besar. Aku telah mendapatkannya dengan pantas, dan aku perlu mencurahkan seluruh hidup dan diriku untuk itu," tegasnya.
Syuting Wicked dilakukan tanpa jeda, dengan banyak adegan emosional yang direkam secara tidak berurutan dan sering kali berturut-turut. Ariana menggambarkan pengalaman itu sebagai latihan ketahanan emosional.
"Kamu berlatih, kamu mempersiapkan diri, kamu hidup bersama karakter-karakter ini. Tapi saat kamera bergulir, kamu tak bisa mengharapkan apapun. Rasa sakitnya harus terasa sama setiap kali," ujarnya.
Di tengah tekanan tersebut, Ariana menemukan ruang refleksi dalam momen-momen sederhana setelah syuting, seperti perjalanan malam di London, percakapan hangat dengan ibunya, dan keheningan yang memberinya kekuatan.
"Momen-momen itu terasa sakral. Sekadar bangga pada diri sendiri dalam keheningan," katanya.
Baginya, rasa bangga itu bersifat pribadi dan diperoleh dengan susah payah.
"Sangat menyakitkan ketika orang mempertanyakan komitmenmu. Jadi aku fokus pada yang nyata. Cinta yang kurasakan. Orang-orang yang kutemui. Rasa syukur satu-satunya hal yang membingkai ulang semuanya," tambahnya.
Musik adalah Pengakuan Diri, Akting adalah Pelayanan
Ariana menjelaskan bahwa meskipun ia lahir dan dibesarkan dalam sorotan industri hiburan, akting memberikan bentuk keterpaparan yang berbeda dibandingkan musik.
"Musik itu sangat berpusat pada diri sendiri. Itu pengakuan," katanya.
Sementara akting, menurutnya, adalah bentuk ekspresi yang menghormati kisah orang lain.
"Akting adalah pengakuan melalui karakter. Kamu tetap menggunakan hati dan jiwamu, tapi kamu menghormati kisah orang lain. Ada lapisan perlindungan di sana," jelasnya.
Ia menyebut perbedaan itu sangat bermakna dalam perjalanan artistiknya. Musik bersifat personal, sepenuhnya diarahkan olehnya, dan tidak terpisahkan dari pengalamannya. Sedangkan akting adalah bentuk penyerahan diri.
"Ini pengalaman yang luar biasa bisa masuk ke diri orang lain dan menceritakan kisah mereka. Menyingkirkan diri sendiri, menjadi bagian dari sebuah ansambel, sepotong kecil dari teka-teki besar dengan ratusan hingga ribuan tangan kreatif itu indah," tuturnya.
Kini, saat Wicked: For Good membawanya meraih pencapaian baru dengan nominasi berturut-turut di Actor Awards, Ariana mengaku semakin mencintai dunia akting dan melihatnya sebagai bagian utuh dari hidupnya, bukan sekadar proyek sampingan.
"Aku mencintai para aktor. Aku suka membicarakan akting. Aku suka mempelajari bagaimana prosesku berubah. Aku tak akan pernah menganggapnya remeh," pungkasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







