Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hiburan

Festival Maolong di Guizhou Tampilkan Naga Berbulu Khas Etnis Yilao

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Festival Maolong di Guizhou Tampilkan Naga Berbulu Khas Etnis Yilao
Foto: (Sumber : Warga melakukan tarian naga selama Festival Maolong kelompok etnis Yilao di Kabupaten Shiqian, Provinsi Guizhou, China barat daya, 27 Februari 2026. Festival Maolong, kegiatan rakyat bagi orang-orang dari kelompok etnis Yilao untuk menandai Festival Musim Semi dan festival lentera, terdaftar sebagai warisan budaya tidak berwujud nasional pada tahun 2006. Inti dari festival ini adalah Maolong, atau "naga berbulu," hanya ditemukan di Shiqian. ANTARA/Xinhua/Yang Wenbin..)

Pantau - Festival Maolong yang digelar masyarakat etnis Yilao di Kabupaten Shiqian, Provinsi Guizhou, China barat daya, menjadi ajang perayaan Festival Musim Semi dan festival lampion dengan menampilkan Maolong atau naga berbulu yang khas dan hanya ditemukan di daerah tersebut.

Festival Maolong telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda nasional China sejak tahun 2006.

Warga menampilkan tarian naga dalam rangkaian Festival Maolong yang berlangsung pada 27 Februari 2026 di Kabupaten Shiqian.

Daya tarik utama festival ini adalah Maolong atau “naga berbulu” yang menjadi simbol unik tradisi masyarakat setempat.

Keunikan Maolong menjadikan festival ini berbeda dari tradisi naga pada umumnya di China.

Festival tersebut menjadi simbol identitas budaya lokal sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat etnis Yilao.

Foto udara menggunakan drone menunjukkan upacara pembukaan Festival Maolong yang dilaksanakan pada 17 Februari 2026 di Kabupaten Shiqian.

Parade meriah digelar dalam rangkaian Festival Maolong pada 27 Februari 2026 dengan partisipasi luas masyarakat setempat.

Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Festival Musim Semi dan festival lentera di wilayah tersebut.

Festival Maolong tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pelestarian tradisi masyarakat etnis Yilao secara turun-temurun.

Penulis :
Ahmad Yusuf